Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
BONE BOLANGOHEADLINE

Bikin Banjir, Warga Kabila Bone Blokade Jalan Masuk Tambang Galian C

×

Bikin Banjir, Warga Kabila Bone Blokade Jalan Masuk Tambang Galian C

Sebarkan artikel ini
Banjir Galian C
Aksi blokade jalan keluar masuk kendaraan perusahaan tambang galian C, di Lorong Kapok Desa Huwangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sejumlah warga di Desa Huwangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo lakukan aksi blokade akses jalan masuk kendaraan perusahaan tambang galian C.

Aksi blokade jalan menggunakan tali dan kayu telah berlangsung tiga hari. Hal ini sebagai bentuk protes warga terhadap perusahaan yang telah beroperasi sejak 7 tahun silam, kini membawa dampak lingkungan yang berimbas kepada masyarakat sekitar.

Aliran sungai mati yang dijadikan jalan lalu-lalang kendaraan perusahaan kini kian parah kondisinya. Dari keterangan warga, kondisi ini makin parah jika terjadi hujan, sampai bisa terjadi banjir. Bahkan, dapur milik warga setempat diterjang banjir beberapa waktu kemarin.

Upaya dilakukan pihak perusahaan disebut sebatas normalisasi sungai atau penggalian material yang dibawa banjir. Mateterial tanah dan bebatuan yang dikeruk kemudian ditimbun disamping aliran sungai.

Warga setempat, Abdul Rahim mengutarakan alasan pemblokadean jalan tersebut. Menurutnya, pihak perusahaan harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Permintaan kami disini, bikin akan tanggul supaya sungai ini tidak melebar lagi, tidak berdampak ke pemukiman,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (31/08/2024).

Selain itu, pembuatan tanggul dari pihak perusahaan sebelumnya telah dijanjikan, saat dilakukannya pertemuan antar warga dengan pihak perusahaan.

Namun yang menjadi kekecewaan warga hingga memicu kemarahan masyarakat setempat ialah janji yang belum ditepati sampai sekarang, sehingga menimbulkan aksi blokade jalan keluar masuk kendaraan perusahaan.

Sementara itu, salah seorang warga yang dapurnya ludes disapu banjir, Pepi Rahman mengatakan bahwa dirinya bersama warga lainnya telah sejak lama meminta agar pihak perusahaan segera menepati janjinya.

“Sebelum adanya kerusakan, masyarakat sudah tuntut janjinya perusahaan. Kapan mo bikin tanggul, kapan mo bikin tanggul. (apa saja janji perusahaan?) Jadi sampai keluarnya izin perusahaan disini itu kan, satu bikin tanggul, normalisasi, baru misalnya ada kerugian bakal mo ganti rugi,” ujar Pepi.

Menurutnya, sebelum adanya aktivitas perusahaan tambang galian tersebut, kondisi sungai masih kecil. Namun setelah adanya kegiatan perusahaan, kini jalan aliran sungai menjadi lebar sampai mendekati rumah warga.

“Kita cuman itu saja, tanggung jawab perusahaan. Tidak lebih,” pungkasnya.

Dari keterangan warga, aksi blokade jalan akan dihentikan, jika pihak perusahaan telah menepati janjinya. Hingga kini, aktivitas kendaraan perusahaan terhenti sejak tiga hari kemarin.

“Kita ada pemberitahuan ke kepala desa. Sebelum menutup jalan, kemarin juga kepala desa sudah naik ke atas (perusahaan). Sampai sekarang tidak ada apa-apa (tidak ada realisasinya). Jadi kami sudah telpon ayahanda (kades), kalau cuman begini dari perusahaan untuk sementara kami blokade dulu jalan,” jelas Pepi.

“Jadi kami hanya meminta, kalau boleh perusahaan untuk bikin tanggul dulu sampai diatas sana. Itu saja, kalau mo bilang itu bukan kami minta, itu tanggung jawab dari perusahaan,” lanjutnya.

Reporter: Yayan