Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Belum Ada Vaksin, Kok Pasien Covid-19 Bisa Sembuh?

Dulohupa.id – Juru bicara Tim Gugus Tugas  Provinsi Gorontalo dr. Triyanto Bialangi menjelaskan terkait pertanyaan warga bahwa belum ada vaksin untuk mengobati covid-19 tapi banyak pasien yang sembuh?. Hal ini disampaikan pada  saat Konferensi Pers , Rabu (03/6).

Triyanto menjelaaskan Covid-19 ini ditularkan melalui droplet (Percikan cairan) dan hidup ditubuh manusia, semua kita bisa berpontensi tertular. Cara penularannya terbagi jadi dua, yaitu beresiko tinggi dan resiko rendah.

”Resiko tinggi apabila umurnya lebih dari 50 tahun memiliki Komorbid (Penyakit Penyerta) dan, resiko rendah umur dibawah 50 tahun atau masih muda, pada saat tertular dan kebetulan kita memiliki komorbid, kita itu akan lebih parah”jelasnya.

Lanjutnya, Semua yang bergejala di rujuk ke rumah sakit rujukan (RSAS), yang tidak bergejala itu di karantina baik mandiri maupun dari Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing.

”Bagi yang dirawat di rumah sakit berarti sudah bergejala terdapat penanganan Covid-19 yang ada disana, penangan pertama yakini terapi suportif (Pisikoterapi), kenapa ada penanganan seperti itu? karena virus ini akan parah pada orang yang imun nya rendah”ungkapnya.

Kenapa yang tidak mempunyai gejala harus dikarantina? Tidak menutup kemungkinan virus ini menurunkan daya tahan tubuh kepada pasien, selanjutnya yang bersangkutan bisa menularkan kepada orang lain, maka harus dikarantina, kemudian pada masa karantina itu diberikan terapi suportif sesuai dengan protokol yang di keluarkan olen Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes RI).

Pembuktian bahwa dia sudah bebas PCR harus ada dua kali pemeriksaan dan dinyatakan negative, jika sudah dinyatakan negative dia sudah bisa berinteraksi dengan orang lain dan dia sudah tidak bisa menularkan lagi dan serta imunya sudah mengalahkan satu periode inkubasi atau selama 14 hari, bahkan WHO merilis bisa sampai 28 hari

Terakhir Triyanto menjelaskan, penanganan yang ada di rumah sakit. “jadi ada terapi suportif kemudian ada terapi-terapi lain antibiotika sesuai dengan gejala yang ada, dengan harapan tidak memperburuk keadaan ini dan selama selang waktu diharpkan bisa negative berturt-turut dengan daya tahan tubuhnya meningkat untuk bisa mengalahkan virus yang ada di tubuhnya”imbuhnya

Data menunjukan yang ada di Provinsi Gorontalo, seluruh yang meninggal ada 6 orang semuanya mempunyai Komorbid (penyakit penyerta), bahkan ada dua dari 6 orang mempunyai Komorbid yang sama. (Ikbal)