Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Banjir di Popayato Barat, 8 Ekor Sapi milik Warga Hanyut

×

Banjir di Popayato Barat, 8 Ekor Sapi milik Warga Hanyut

Sebarkan artikel ini
Sapi Hanyut
Kondisi sungai Butungale, Pohuwato saat ini berangsur surut yang sebelumnya jebol dan mengakibatkan banjir di wilayah setempat/Humas Pemda

Dulohupa.id – Setelah diguyur hujan selama berjam-jam, sungai yang berada di Desa Butungale, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato meluap mengakibatkan 8 ekor sapi ternak milik warga hanyut terbawa arus, pada Senin pagi (27/3/2023).

Hujan yang mengguyur Desa Butungale itu terjadi sejak pukul 01.00 WITA hingga 05.00 WITA dini hari. Hujan yang cukup lebat itu mengakibatkan debit air yang berasal dari pegunungan dan sungai di Desa setempat meluap hingga masuk ke pemukiman warga.

“Air sungai meluap dan arus sungai yang deras mengakibatkan 8 ekor sapi milik warga hanyut,” ungkap, Kepala Desa Butungale, Sam’un Yalang,  Senin (27/3/2023).

Sam’un Yalang juga menyampaikan, bahwa banjir tersebut berasal dari wilayah pegunungan dan menyebabkan debit air sungai meningkat. Ia juga berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk melakukan intervensi terhadap penanggulangan bencana yang ada di wilayahnya.

“Ada sebanyak 10 rumah warga yang terendam banjir, itu baru di desa saya. Alhamdulillah tidak ada rumah yang rusak. Kami selaku pemerintah desa berharap, pemerintah daerah maupun provinsi untuk melakukan intervensi terhadap penanggulangan bencana yang masyarakat hadapi hari ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Popayato Barat, Marjan Bula menjelaskan terdapat beberapa kerugian berupa 22 ribu buah kelapa yang terbawa luapan air sungai Butungale dan hanya menyisahkan sekitar 8 ribu biji kelapa dari salah seorang pemilik kelapa yang ada di Desa Tunas Jaya.

Di Desa Butungale terdapat 8 ekor sapi yang hanyut dan yang ditemukan masih hidup hanya 2 ekor dan sisanya belum ada informasi. Sementara dari desa lainnya belum ada laporan dari Kades.

“Korban tidak ada, karena banjir pada saat itu memasuki waktu sahur sehingga orang-orang sudah bangun. Bukan itu saja, setiap hujan deras sebagian warga mulai waspada dengan kejadian yang selalu dialami,” pungkas Camat Marjan.

Reporter: Hendrik Gani