Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKAB. GORONTALOPEMKAB GORONTALOPERISTIWA

Banjir di Kecamatan Tilango Meluas, 9.370 Jiwa jadi Korban

×

Banjir di Kecamatan Tilango Meluas, 9.370 Jiwa jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Banjir di Gorontalo
Kondisi banjir di Desa Tabumela dan Tilote, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo Foto: Dulohupa

Dulohupa.idBanjir di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo meluas hingga Jumat (12/7/2024) sore. Banjir dipicu bertemunya luapan sungai Bulango dan Danau Limboto.

Dari pantau di lokasi, banjir meluas hingga enutupi jalan Bombay hingga sampai di pasar sore, Desa Tilote.

Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Kecamatan Tilango, sebanyak 9.370 jiwa di 8 desa terdampak banjir yang sebelumnya hanya 5.819 jiwa. Sementara rumah terendam sejumlah 1.236.

Masing-masing Desa Tualango, warga terdampak 1.119 jiwa (214 rumah), Desa Dulomo 980 jiwa (265 rumah), Desa Tilote 2.188 jiwa (627 rumah), Desa Tabumela 2.025 jiwa (325 rumah), Desa Ilotidea 1.580 jiwa (170 rumah), desa Lauwonu 487 jiwa (61 rumah), Desa Tenggela 421 jiwa (60 rumah), Serta desa Tinelo 497 jiwa (133 rumah).

Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome mengatakan, lokasi yang paling parah berada di Desa Tabumela, Tilote, Tualango, Ilotidea dan Lauwonu.

Haris mengimbau warga yang masih bertahan bisa mengungsi karena ketinggian air mencapai 3 meter yang berada permukiman warga pesisir danau Limboto.

“Kami menyediakan posko pengungsian di beberapa lokasi di setiap desa. Dapur umum juga disediakan. Saya harap warga bisa mengungsi dulu,” Pintanya.

Evakuasi warga sudah dilakukan sejak Kamis kemarin. Namun tidak banyak warga yang masih bertahan karena menjaga harta benda di dalam rumah.

Haris menyebut banjir akibat luapan Danau Limboto bisa surut nanti berbulan-bulan.
“Karena ini bukan banjir biasa yang datang dari luapan sungai,” Ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menyalurkan makanan siap saji untuk korban banjir yang sudah mengungsi.

“Setiap hari 3 kali disalurkan makanan siap saji. Kami salurkan di posko-posko pengungsian,” Ujar Haris.

Reporter: Enda