Dulohupa.id – Meningkatnya jumlah penduduk usia kerja mengharuskan Pemerintah Kota Gorontalo untuk menyiapkan berbagai strategi dalam mengatasi angka pengangguran.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan bahwa saat ini yang harus diperhatikan adalah bagaimana pemerintah menyiapkan generasi yang akan datang sebagai dampak dari bonus demografi. Dirinya menilai bahwa kuncinya adalah pada bagaimana bisa mengatasi pengangguran terbuka akibat tingginya jumlah penduduk usia kerja.
“Hasil survei dari Kompas menunjukan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kota Gorontalo Rendah, tapi penduduk usia kerja tinggi. Artinya ini menunjukan bahwa kita mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka para pencari kerja,” Ungkap Walikota Gorontalo, Marten Taha, Kamis (08/06/2023).
Disamping itu, Marten Taha memandang bahwa para pencari kerja belum bisa langsung bekerja dikarenakan belum memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, pemerintah Kota Gorontalo kini menyiapkan strategi dengan menyediakan balai latihan kerja (BLK). Melalui BLK diharapkan dapat lebih meningkatkan kapasitas para pencari kerja.
“Setelah melalui latihan kerja itu, maka kita akan mendidik dan membina mereka secara kooperatif agar mereka bisa memperoleh keterampilan dan bisa langsung kerja sehingga pengganguran dapat teratasi. Selain itu, kita juga akan melakukan terobosan Melalui peningkatan digitalisasi UMKM dan UMKM naik kelas. Mereka akan kita bantu dalam perizinan, permodalan hingga pemasaran. Hal ini karena pelaku UMKM akan berpeluang memberinan lapangan pekerja dalam berbagai sektor,” Jelas Marten Taha.
Reporter: Kris












