Dulohupa.id – Menjelang memasuki pekan ke-4 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, situasi arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo pada Selasa (10/03/3026) malam terpantau mulai adanya lonjakan penumpang.
Hal tersebut disampaikan Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo BPTD Kelas II Gorontalo, Deni SM Abdul kepada Dulohupa saat ditemui. Kata Deni, di pelabuhan penyeberangan saat ini mulai terlihat kian ramainya pemudik yang akan menggunakan jalur transportasi laut ini.
“Untuk arus mudik yang menuju Pagimana (Sulteng), situasi saat ini mulai terlihat lonjakan penumpang,” ujar Deni kepada Dulohupa.
Menurut Deni, dari pemantauannya sejak awal Ramadhan lalu hingga hari ini telah terjadi penambahan jumlah penumpang.
“Kalau awal Ramadhan kami memantau itu jumlah penumpang masih kurang baru sekitar 70 sampai 80 yang naik ke kapal untuk lintasan Gorontalo-Pagimana,” ucapnya.
“Kemarin sampai hari ini kami pantau itu sudah sampai 100 lebih, jadi sudah mulai ada peningkatan-peningkatan,” lanjutnya.
Namun kata dia, saat ini belum memasuki waktu puncak arus mudik. Di pelabuhan penyeberangan ini, terdapat dua armada yang melayani penyeberangan rute Gorontalo-Pagimana yaitu KMP Moinit, dan rute Gorontalo-Wakai-Ampana (Sulteng) yaitu KMP Tuna Tomini.
“Sebagai informasi, saat ini armada yang ada beroperasi 2 hari sekali,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskan Deni, bahwa pada arus mudik tahun ini akan ada program double trip, yaitu armada akan berlayar setiap harinya.
Hal ini dimaksudkan untuk mengcover terjadinya pembludakan penumpang pada arus mudik lebaran tahun 2026 ini.
Reporter: Yayan











