Dulohupa.id – Antusias Masyarakat dari berbagai daerah terlihat saat menyaksikan tradisi malam Tumbilotohe di Provinsi Gorontalo. Seperti yang terlihat di jalan Arif Rahman Hakim, Dulalowo Timur, Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Tempat itu menjadi tujuan warga sekedar melihat dan merasakan nuansa malam Tumbilotohe atau malam pasang lampu yang masih natural, yakni masih menggunakan lampu botol diberi sumbuh dan diisi dengan minyak tanah.
Seperti Rizki Anggi salah satu wanita yang berasal dari Sulawesi Tengah (Sulteng). Dirinya mengaku di Provinsi Sulteng tidak ada perayaan tradisi Tumbilotohe seperti yang ada di Gorontalo.
“Saya kesini dengan teman-teman ingin melihat malam pasang lampu, di Sulteng tidak ada perayaan seperti ini,” ujar Rizki Anggi, ditemui Senin (17/4/2023) malam.
Rizki juga mengaku walaupun dirinya sudah tinggal selama dua tahun di Gorontalo, Ia mengaku baru kali ini melihat malam pasang lampu.
“Ini salah satu malam pembuka menjelang lebaran dan sangat meriah untuk orang-orang melihatnya, dan sangat seru,” tambahnya.

Sama halnya seperti yang dirasakan Amsar, dirinya mengaku sangat senang sekali karena sudah selama 5 tahun lamanya ia tidak pernah merasakan malam pasang lampu seperti ini. Apalagi kata dia di beberapa tahun belakangan kegiatan seperti ini tidak dilakukan karena masih dalam keadaan pandemi covid-19.
“Alhamdulillah hari ini dilaksanakan lagi, saya bangga karena saya sudah tidak merasakan perayaan malam pasang lampu ini kurang lebih sudah 5 tahun lamanya, apalagi di tahun-tahun kemarin karena adanya covid maka perayaan malam pasang lampu ditiadakan,” ungkap Amsar
Hal yang sama juga dirasakan Aswan Umar salah satu warga yang berasal dari Desa Lupoyo, Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Dirinya datang ke tempat itu bersama istri dan anaknya, menurutnya lampu disini bagus ditata sedemikian rupa di lahan persawahaan dan terlihat indah.
“Saya datang kesini bersama istri dan anak saya hanya ingin melihat lampu-lampu yang dihias, ini sangat bagus, ini baru pertama kali buat saya juga,” jelas Aswan
Disamping itu, Remon Kasim yang merupakan ketua panitia malam Tumbilotohe yang ada di Kelurahan Dulalowo Timur itu mengaku, kegiatan ini dalam rangka menyambut hari raya IdulFitri dan pihaknya menyediakan hanya delapan ribu lampu botol, hal itu terkendala dengan langkahnya pasokan minyak tanah.
“Ini lampu hanya sebagian lantaran kita kendalanya di minyak tanah, sedangkan minyak tanah yang kita butuhkan lima sampai enam drum, lampu yang kita keluarkan hanya sebagian ini kurang lebih tujuh sampai delapan ribu lampu botol,” ungkap Remon
Pemasangan lampu ditempat itu kata dia memng sudah setiap tahun digelar, cuma kemarin ada covid-19 maka pihaknya pada tahun-tahun kemarin tidak mengadakan perayaan Tumbilotohe semacam ini. Pemasangan lampu ini kata dia akan dilaksanakan selama tiga hari saat menyambut lebaran IdulFitri.
Simak Video Antusias Warga Berbagai Daerah Melihat Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo:
“Ini setiap tahun dilaksanakan, tahun kemarin tidak diadakan karena corona. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kelurahan yang telah mensupport kegiatan ini hingga terlaksana dengan baik,” tandasnya.
Reporter: Hendrik Gani












