Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Antisipasi Banjir dan Longsor, Wakapolda Gorontalo Minta BPBD Provinsi Membuat Jobdesk

72
×

Antisipasi Banjir dan Longsor, Wakapolda Gorontalo Minta BPBD Provinsi Membuat Jobdesk

Sebarkan artikel ini
foto istimewa

Dulohupa.id – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor, Wakapolda Gorontalo Kombes Pol Drs. Jaya Subriyanto meminta kepada BPBD Provinsi Gorontalo membuat Job Discribtion ( Jobdesk) sebagai pedoman bagi intansi lainya dalam penanganan banjir. Senin (06/01/2020)

Wakapolda Gorontalo Kombes Pol Drs. Jaya Subriyanto menjelasakan dalam hal penanganan bencana alam, untuk tingkat pusat sebagai leading sektornya adalah BNPB sedangkan ditingkat Provinsi Kabupaten dan Kota sebagai ujung tombaknya adalah BPBD.

“ Oleh karena itu agar terkoordinir dengan baik, disaat nanti dihadapkan pada kondisi bencana, masing-masing sudah siap apa yang harus dikerjakan,  maka saya harapkan BPBD Provinsi segera membuat Job Discribtion ( Jobdesk) sebagai pedoman bagi Polri, TNI, Basarnas, maupun instansi terkait lainya” ujar Jaya

Selain Itu Waka Polda gorontalo meminta dilakukan pergelaran perlengkapan penanggulangan bencana berikut simulasi tanggap bencana sebagai wujud kesiapan personel dalam menghadapi bencana alam.

“Kita semua berharap semoga di Gorontalo tidak terjadi bencana alam sebagaimana yang terjadi di wilayah lain, akan tetapi kita harus mempersiapkan segala sesuatunya jika memang bencana itu datang, oleh karena itu perlu dilakukan penggelaran peralatan penanganan bencana alam, dan juga latihan simulasi, agar selain peralatan siap, personel yang mengawaki pun juga siap dan tahu apa yang harus dikerjakan pada keadaan bencana,”kata Jaya.

Sementara itu dari Kepala BPBD Propinsi Gorontalo yang diwakili oleh Bapak Iskandar mengatakan bahwa BPBD sudah menindak lanjuti hasil rapat ditingkat pusat terkait antisipasi penanganan bencana alam di wilayah Provinsi Gorontalo.

“Beberapa waktu lalu Kepala BPBD telah diundang di Jakarta untuk mengikuti rapat koordinasi guna mengantisi penanganan bencana alam, dan hal itu sudah kita tindak lanjuti dengan menggelar rapat koordinasi pada tanggal 28 Desember 2019 lalu yang dihadiri dari unsur Polri, TNI, Basarnas, dan instasi terkait lainnya, kita juga sudah menyiapkan posko Siaga di kantor, dan kami berharap di masing-masing satuan juga menyiapkan posko siaga,”ujar Iskandar.

Iskandar menambahkan bahwa dalam antisipasi penanganan bencana perlu pelatihan manajemen posko, manajemen dapur umum, manajemen evakuasi, maupun pelatihan manajemen penanganan bencana.

“Saat terjadi bencana, tentu kita harus pikirkan bagaimana nasib korban, mulai evakuasi, penyiapan lokasi pengungsian, hingga penyediaan dapur umum, hal ini tentu perlu dilatih dan disimulasikan sehingga para personel paham apa yang harus dikerjakan,”tutupnya (Rls)