Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Angka Pengangguran di Kabupaten Gorontalo Terus Menurun

79
×

Angka Pengangguran di Kabupaten Gorontalo Terus Menurun

Sebarkan artikel ini
Angka Pengangguran Di Kabupaten Gorontalo Terus Menurun.
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat menyematkan kartu peserta, saat membuka rangkaian kegiatan tersebut.

Dulohupa.id – Dibawah kepemipinan Nelson Pomalingo sebagai Bupati Gorontalo, angka pengangguran di Kabupaten Gorontalo menurun, dimana sebelumnya dari 3.6 persen, saat ini turun menjadi 3.2 persen.

Kepada awak media usai membuka pelatihan tenaga kerja, yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Gorontalo, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyampaikan, pelatihan seperti ini terus didorong. Tujuannya dikatakan oleh Nelson adalah, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja.

“Program ini kita lakukan terus menerus, sejak saya menjadi bupati. Yang kedua kita bisa lihat dampaknya adanya penurunan pengangguean kita. Ini adalah salah satu dampak dari pelatihan seperti ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Nelson, yang ketiga selain membuka lapangan kerja yang paling utama adalah meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga angka kemiskinan turun dari 21.8 persen, saat ini tingga sekitar 18 persen lebih.

“Oleh karena itu saya sudah meminta kepada kepala dinas agar dilakukan analisis yang baik tentang kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja kita. Yang kedua melakukan pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhan. Yang ketiga adalah, mereka bisa menciptakan lapangan kerja,” terangnya.

Sementara itu Kadis Nakertrans Titianto Pauweni menambahkan, pelatihan ini memang sudah diprogramkan untuk satu tahun, dan setiap tahunnya terus memberikan peningkatan, dimana pada 2016 pesertanya hanya 40 orang, kemudian ditahun 2018 meningkat menjadi 300 peserta kemudian pada 2019 peningkatannya sangat signifikan yakni 1020 orang.

Jenis pelatihannya dikatakan oleh Titianto bermacam-macam, yakni ada yang di BLJ ada juga pelatihan yang ada di desa-desa, termasung mobile training.

“Ada juga pelatihan yang dilakzanakan oleh kepada desa melalui dana desa yang juga kita dorong. Kita hanya menyiapkan instrukrur. Ada juga pelatihan yang kita laksanakan diluar daerah, karena kita sudah punya akses kesana yang sebelumnya tidak ada tenaga kerja kita dikirim untuk melakukan pelatihan diluar daerah,” papar Titianto Pauweni. (GSH)