Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKAB. GORONTALO

AMPKPR Desak Kapolda Tindak Tegas Oknum Polisi Lakukan Pemerasan

×

AMPKPR Desak Kapolda Tindak Tegas Oknum Polisi Lakukan Pemerasan

Sebarkan artikel ini
Polisi Pemerasan
Aliansi Mahasiswa Pelajar Kawasan Paguyaman Raya Gorontalo. Foto: Jasmin.

Dulohupa.id – Aliansi Mahasiswa Pelajar Kawasan Paguyaman Raya (AMPKPR) mendesak Kapolda Gorontalo segera menindak tegas oknum polisi yang diduga melakukan pemerasan terhadap warga.

Rentetan peristiwa yang melibatkan oknum polisi yang terus terjadi dalam beberapa waktu ini terus menjadi sorotan dan menuai berbagai desakan dari eleman masyarakat. Beberapa hari kemarin, adanya laporan masyarakat yang diduga diperas oleh oknum polisi di Polsek Tolangohula, Kabupaten Gorontalo viral di media sosial.

Ketua AMPKPR, Jasmin Dalango menilai bahwa aparat kepolisian seharusnya memberikan perlindungan terhadap warga masyarakat yang mengalami ancaman. Namun jika tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut benar-benar dilakukan, maka hal tersebut dinilai justru akan merusak citra kepolisian di masyarakat yang mengharapkan pelayanan secara profesional.

“Faktanya bahwa korban ini dijadikan sumber pemasukan oleh beberapa oknum polisi dan itu menggambarkan rusaknya citra polisi di masyarakat. Bahkan dalam sebuah video yang sedang beredar, korban terlihat sangat merasa ketakutan terhadap pihak kepolisian. Ungkapan frustasi yang sangat jelas dilontarkan korban jadi cerminan dari dampak negatif yang di timbulkan oleh tindakan oknum polisi itu,” Tutur Ketua AMPKPR, Jasmin Dalango.

Sebagai salah satu Aliansi Mahasiswa yang secara rutin terlibat dalam melakukan advokasi permasalahan masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Gorontalo dan Boalemo, meminta agar Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Angesta Romano segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum polisi yang berprilaku agresif dan merusak nama baik Polri.

“Kami juga meminta agar Kapolda Gorontalo dan juga Kapolres Gorontalo meminta maaf kapada korban yang saat ini sangat frustasi dan trauma dengan polisi serta bisa memberikan jaminan agar korban tidak diintimidasi oleh kepolisian. Bahkan kami harap tidak ada lagi tindakan pemerasan serupa dikemudian hari,” Pungkas Jasmin.

Reporter: Kris