Pemerintah Gorontalo Belum Akan Terapkan PSBB, Ini Alasannya

Dulohupa.id-Lonjakan kasus COVID-19 di Provinsi Gorontalo terus terjadi. Dari lima kabupaten dan satu kota di Gorontalo, hanya Kabupaten Boalemo yang masih berstatus zona kuning, sementara sisanya telah berstatus zona merah penyebaran COVID-19. Meski begitu, Pemerintah Gorontalo belum akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti pada pertengahan 2020 kemarin.

Alasannya jelas, karena memang untuk menerapkan PSBB, setiap provinsi harus memenuhi sejumlah parameter dari Kementerian Kesehatan RI. Adapun syarat tersebut yakni, tingkat Kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, tingkat kasus Aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional, dan tingkat keterisian Rumah Sakit (BOR) untuk ICU dan Isolasi di atas 70%.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pun menegaskan hal tersebut. Dalam kunjungannya ke tempat penyimpanan vaksin COVID-19 beberapa hari lalu, Rusli mengungkapkan jika Gorontalo memang belum memenuh syarat untuk melakukan PSBB.

“Itu kan ada parameternya, jadi kalau memang peningkatan penularan cukup signifikan, yang meninggal juga banyak, yang sembuh juga sedikit, itu yang menjadi parameter kita. Namun kita lihat evaluasi,” ungkap Rusli Habibie, Kamis (7/1).

Pernyataan Rusli juga sesuai dengan keterangan pers Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto usai melakukan Rapat Terbatas di Kantor Presiden pada 6 Januari 2021 kemarin

Ia mengungkapkan, bahwa pengaturan kembali pemberlakuan pembatasan tahap awal sementara memprioritaskan Ibukota tujuh provinsi di indonesia, yakni Ibukota Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

“Seluruh provinsi dimaksud memenuhi salah satu unsur dari empat parameter yang ditetapkan, dan juga mempertimbangkan bahwa sebagian besar peningkatan kasus COVID-19 terjadi di tujuh provinsi tersebut,” kata Airlangga.

Reporter: Wawan Akuba