Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Aksi Tolak Omnimbus Law di Pohuwato, Satu Orang Terluka dan Satu Lainnya Ditahan

Dulohupa.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pohuwato, bersitegang dengan aparat kepolisian di depan kantor DPRD Pohuwato, saat menggelar aksi tolak Omnimbus Law, Jumat (9/10).

Keduanya terlibat bentrok dan saling dorong. Buntutnya, satu orang anggota PMII terluka di bagian kepala, sementara satu lainnya ditahan oleh aparat kepolisian.

Foto/Zulkifli Mangkau

Pantauan dulohupa.id, aksi tersebut sebelumnya berjalan damai. Para anggota PMII awalnya berdiskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Elnino Mohi. Tetapi situasinya kemudian pecah, hingga aksi saling dorong antara anggota PMII dengan kepolisian tidak dapat dihindari.

Ruli, salah seorang pendemo mengungkapkan, meski aparat polisi mengelak, namun berdasarkan saksi, salah seorang kawannya terluka itu akibat mendapat pukulan dari aparat kepolisian.

“Dia itu dipukul, tidak mungkin kalau jatuh sendiri, terluka dibagian kepala, ” ujar Ruli, anggota masa aksi.

Kata Ruli juga, masa aksi yang terluka tersebut merupakan mantan ketua cabang PMII, Pohuwato, Yusuf Abdul.

Sampai dengan saat ini, masa aksi masih bertahan di depan kantor DPRD Pohuwato, dan masih menunggu kepastian anggota mereka yang ditahan.

Sementara itu, Kapolres Pohuwato, Teddy Rarendra mengungkapkan, bahwa satu anggota aksi yang ditahan itu masih dalam keadaan sakit, dan masih dilakukan pengobatan.

“Yang di dalam satu orang itu, masih sakit kakinya, jadi masih sementara diurut, ” jelas Teddy.

Reporter : Zulkifli Mangkau