Dulohupa.id – Harga beras di sejumlah pasar Kota Gorontalo tercatat mengalami kenaikan secara bertahap selama enam bulan terakhir. Meski saat ini terbilang cukup stabil, namun naik turunnya harga ini telah terjadi beberapa waktu kebelakang.
Berdasarkan pemantauan tim Dulohupa di Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Rabu (7/10/2026), harga beras saat ini dikisaran antara Rp750 ribu hingga Rp900 ribu per kolinya.
“Jadi kalau jual partai itu di 800 ribu, kalau jual eceran itu 850 ribu untuk jenis beras superwin. Kalau untuk jenis beras pandan wangi saat ini 900 ribu,” ujar Rahman Karim, pedagang beras kepada awak media.
Sementara untuk penjualan eceran kata Rahman, ia membandrol dari harga Rp12.000 sampai Rp13.000 per liternya.
Lebih lanjut dijelaskan, beras yang saat ini beredar di pasaran banyak merupakan beras dari luar Gorontalo.
“Beras saat ini ada (tidak terjadi kelangkaan), cuman banyak dari luar daerah, tapi harganya tinggi,” jelasnya.
Sementara untuk beras lokal kata Rahman, memang di pasaran ada namun stoknya cukup terbatas. Dan untuk harganya pun mengikuti tren harga beras dari luar provinsi.
“Kalau untuk harga masih aman, cuman sekitar 5 sampai 6 bulan lalu harga masih 600 ribu, 650 ribu sampai 700 ribu paling mahal per koli. Tapi kalau sekarang yang paling murahnya itu 750 ribu,” pungkasnya.
Sejumlah faktor mungkin menjadi pendorong kenaikan harga ini, seperti tingginya biaya distribusi, serta permintaan yang tetap tinggi di tengah puncak musim kemarau.
Kenaikan ini tentu membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) menyatakan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, dan akan terus berupaya untuk mengambil langkah strategis demi pengendalian harga pangan saat ini.
“Memang untuk saat ini harga beras di pasaran itu cukup stabil tinggi,” ucap Kadis Perindag, Haryono kepada Dulohupa saat dihubungi via whatsapp.
Reporter: Yayan











