Dulohupa.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat total 207 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang periode 25 Juli hingga 6 Oktober 2026.
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Bone Bolango tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak di seluruh provinsi. Dari data resmi yang dirilis, Kabupaten Bone Bolango menduduki urutan teratas dengan 104 kejadian kebakaran atau menyumbang lebih dari separuh jumlah keseluruhan. Disusul kemudian oleh Kabupaten Gorontalo dengan total 52 kejadian.
Selanjutnya disusul wilayah Kota Gorontalo dengan jumlah 29 kejadian karhutla. Adapun Kabupaten Gorontalo Utara jumlah kejadian 15 kali, Kabupaten Boalemo dengan 4 kejadian, serta Kabupaten Pohuwato tercatat 3 kali kejadian.
Kondisi ini terjadi di tengah puncak musim kemarau yang memperluas risiko meluasnya api secara cepat di area yang kering. BPBD mengingatkan bahwa angka kejadian diprediksi masih berpotensi bertambah jika curah hujan belum turun secara signifikan dan praktik pembakaran lahan masih dilakukan.
Selain itu, seluruh kabupaten/kota juga diminta untuk memperketat pengawasan, serta mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membakar lahan untuk membuka areal pertanian. Warga juga diimbau segera melaporkan jika melihat asap atau api di sekitar lingkungan demi penanganan lebih dini.
Pemantauan dan penindakan akan terus diperkuat di wilayah-wilayah rawan, terutama Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo, guna mencegah kerugian yang lebih besar serta menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Reporter: Yayan











