Bone Bolango – Kendala geografis dan kontur medan yang ekstrem masih menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan PT Gorontalo Minerals (GM).
Hingga Jumat September 2026, tim Emergency Response Team (ERT) mengonfirmasi masih terdapat 2 titik api di sisi selatan yang sulit diakses akibat berada di area perbukitan yang sangat terjal.
Meski dihadapkan pada medan ekstrem, sebanyak 25 personel tim ERT PT GM terus berjibaku di lapangan. Langkah taktis fokus dilakukan pada pembuatan sekat api (barrier) di area yang terjangkau guna memastikan kobaran api tidak meluas ke kawasan pemukiman maupun area sensitif lainnya.
Tim mengoperasikan 4 unit traktor pengangkut tandon air (IBC), 2 unit mesin Alcon, serta bentangan selang hingga 250 meter untuk menjangkau titik-titik penyemprotan. Hasilnya, sekat sepanjang 300 meter berhasil dibuat di sisi utara dan area seluas 350 m² berhasil dilakukan cooling down.
Senior Manager PT Gorontalo Minerals, Didik Hatmoko, membenarkan bahwa pengawasan dan monitoring terus ditingkatkan, terutama untuk mengamati pergerakan dua titik api di area selatan yang tidak dapat dijangkau oleh personel maupun peralatan darat.
”Fokus kami adalah melokalisir area yang dapat diakses agar api tidak merembet lebih jauh. Pemantauan intensif terus dilakukan pada titik-titik di area terjal sembari menuntaskan pendinginan di area yang sudah berhasil dilokalisir,” ungkapnya.
Saat ini, kondisi secara umum di area Motomboto sudah jauh lebih terkendali dengan berkurangnya kepulan asap dan berhasil dipadamkannya salah satu titik api utama.











