Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Dugaan Penganiayaan Dokter di RS Sitti Khadijah Gorontalo, Korban Lapor Polisi

×

Dugaan Penganiayaan Dokter di RS Sitti Khadijah Gorontalo, Korban Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini
Penganiayaan Dokter Gorontalo
dr. Mohamad Rifki Hilalata yang diduga menjadi korban penganiayaan saat diwawancarai awak media. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Dugaan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan (Nakes) terjadi di Rumah Sakit (RS) Sitti Khadijah, Kota Gorontalo. Seorang dokter dan salah satu perawat disebut menjadi korban dalam insiden yang terjadi saat keduanya sedang menjalankan tugas.

Kasus tersebut telah dilaporkan di Mapolresta Gorontalo Kota, Sabtu (12/9/2026).

Menurut korban, dr. Mohamad Rifki Hilalata, peristiwa bermula saat dirinya bersama sejumlah tenaga kesehatan lainnya tengah menjalani sif malam.

Sekitar pukul 00.20 Wita, terdengar keributan dari bagian depan rumah sakit. Mendengar suara tersebut, dr. Rifki kemudian berupaya mendatangi terduga pelaku untuk membangun komunikasi dan meredakan situasi. Terduga pelaku berinisial JT yang mengaku jurnalis awalnya mempermasalahkan penanganan pasien yang diduga kurang maksimal, hingga ia membuat keributan,

“Kemudian sekitar pukul 00.20 Wita sekian, tiba-tiba kami mendengar keributan,” ujar dr. Rifki kepada awak media, Sabtu sore.

Namun, upaya komunikasi tersebut disebut tidak menemukan titik temu. Situasi kemudian semakin tidak terkendali hingga berujung pada dugaan aksi penganiayaan terhadap dirinya.

Akibat kejadian tersebut, dr. Rifki mengaku sempat mengalami pusing sehingga tidak dapat melanjutkan tugas sif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kalau dari saya sendiri tadi subuh sempat saya pusing. Kemudian karena saya tidak bisa lanjut jaga sif IGD, saya kontak langsung sama dokter pengganti saya untuk membackup saya sampai jam 8 pagi,” ungkapnya.

Usai kejadian, dr. Rifki kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian.

Ia mengatakan, laporan dibuat di Polresta Gorontalo Kota. Selain itu, dirinya juga menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Aloei Saboe.

“Kebetulan pada saat itu saya selesai laporan itu sekitar jam 4 di Polresta Gorontalo Kota sama di rumah sakit Aloei Saboe sempat dilakukan visum. Jadi saya sudah melapor,” jelasnya.

Dalam insiden tersebut, dr. Rifki mengatakan dirinya bukan satu-satunya korban. Seorang perawat yang berusaha melerai dan menahan terduga pelaku juga ikut mengalami luka.

“Iya, selain saya sendiri mungkin dilihat di video ada perawat saya yang coba untuk membela saya, untuk menahan pelaku untuk tidak memukul saya,” katanya.

Perawat tersebut, lanjut dr. Rifki, mengalami luka gores pada bagian tangan.

“Beliau punya luka goresan di bagian tangannya,” ungkapnya.

Meski demikian, perawat tersebut belum membuat laporan secara terpisah karena masih menunggu penyelesaian laporan yang dibuat dr. Rifki.

“Cuman beliau belum membuat laporan karena memang menyelesaikan laporan pertama dari saya dulu,” lanjutnya.

Selain dugaan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan, dr. Rifki juga menyebut adanya dugaan pengrusakan fasilitas rumah sakit dalam kejadian tersebut.

Menurutnya, aksi tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang berada di lingkungan rumah sakit.

“Pengerusakan ada, ada video CCTV-nya, kursi-kursi dibanting sama beliau seperti itu,” pungkas dr. Rifki.

Reporter: Yayan