Intan Jaya – Tepat di peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Satuan Tugas Yonif 713/Satya Tama berhasil membawa kedamaian ke Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Wilayah pegunungan itu selama 15 tahun terakhir terisolasi akibat medan ekstrem dan gangguan Kelompok Bersenjatan OPM.
Di bawah kendali Komando Operasi TNI Habema, Satgas Yonif 713/ST pimpinan Dansatgas menembus Distrik Ugimba yang berada di kaki Gunung Cartenz.
Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki selama tujuh hari, menembus cuaca dingin hingga 4 derajat Celsius. Kedatangan prajurit TNI disambut warga yang sudah lama kesulitan mengakses pelayanan dasar.
Kepada awak media, Dansatgas Yonif 713/menjelaskan, selain mengamankan wilayah, Satgas juga melaksanakan bakti sosial, dengan membagikan bantuan sembako yang meliputi, beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.
Tidak hanya pembagian bantuan bahan pokok, Satgas Yonif 713/ST juga turut menyalurkan pakaian layak pakai, dan pembagian obat-obatan di Pos Kesehatan warga.
“Kehadiran Satgas membuka akses bagi warga untuk beraktivitas, memperoleh pelayanan publik, dan mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan,” kata Dansatgas Yonif 713/ST.
Dirinya juga menambahkan, selain kegiatan sosial, untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap NKRI, di wilayan Distrik Ugimba juga menjadi lokasi Puncak kegiatan HUT Proklamasi 17 Agustus 2026 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dipimpin langsung Inspektur Upacara Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si.
“Pengibaran Merah Putih di tengah pegunungan Intan Jaya menjadi simbol bahwa kedaulatan NKRI hadir hingga ke wilayah terluar dan terisolasi,” terang Dansatgas Yonif 713/ST
Dansatgas Yonif 713/ST berharap, momentum kemerdekaan ini menjadi persembahan prajurit untuk negeri.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mengabdi dan membawa harapan bagi masyarakat Papua,” ujarnya.
Disisi lain, Keberadaan Satgas Yonif 713/ST di bawah Koops TNI Habema disebut berdampak langsung pada stabilitas keamanan. Dengan situasi yang kondusif, ruang gerak masyarakat terbuka lebih luas dan distribusi bantuan pemerintah daerah dapat berjalan.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah bersama warga dan doa bersama untuk persatuan Indonesia.











