Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPOHUWATO

Longsor di PETI DAM Hulawa Pohuwato Diduga Telan Banyak Korban, Mengapa Basarnas Tak Dapat Laporan?

×

Longsor di PETI DAM Hulawa Pohuwato Diduga Telan Banyak Korban, Mengapa Basarnas Tak Dapat Laporan?

Sebarkan artikel ini
Longsor PETI Pohuwato
Lokasi diduga tambang ilegal di Pohuwato yang terkena longsor. Dok/Ist

Dulohupa.id – Tragedi longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menyisakan tanda tanya besar.

Puluhan penambang disebut tertimbun material longsor saat sedang melakukan aktivitas pertambangan. Ironisnya, di tengah kabar jatuhnya banyak korban jiwa, informasi mengenai peristiwa justru belum diterima oleh Basarnas Pos Pencarian dan Pertolongan Marisa.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan, mengapa peristiwa longsor dengan korban yang disebut ada puluhan korban belum dilaporkan kepada Basarnas?

Apakah proses evakuasi sejak awal dilakukan secara mandiri oleh pihak-pihak tertentu? Atau ada alasan lain sehingga informasi mengenai musibah tersebut belum sampai kepada lembaga yang memiliki tugas melakukan operasi pencarian dan pertolongan?

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Yang menjadi sorotan, musibah tersebut belum dilaporkan kepada Basarnas Pos Marisa saat dikonfirmasi awak media.

Padahal, berdasarkan dokumen resmi Basarnas, Pos Pencarian dan Pertolongan Marisa berada di Kabupaten Pohuwato dan memiliki wilayah pelayanan di bagian barat Provinsi Gorontalo. Wilayah tersebut juga memiliki karakter geografis kompleks yang mencakup perbukitan dan berpotensi mengalami bencana seperti tanah longsor.

Benarkah Ada yang Sengaja Menutupinya? Tidak adanya informasi resmi dari aparat terkait hingga saat ini juga menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Salah satunya adalah dugaan bahwa peristiwa itu sengaja tidak dipublikasikan secara luas karena lokasi kejadian merupakan kawasan PETI. Namun, Dulohupa.id belum menemukan bukti yang dapat memastikan adanya upaya menutup-nutupi peristiwa itu, masih sebatas pertanyaan publik yang perlu dijawab melalui keterangan resmi dan investigasi.

Peristiwa longsor di kawasan PETI DAM tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (12/8/2026) sore. Berdasarkan informasi dan video yang beredar, saat kejadian puluhan penambang tengah berada di kawasan tambang. Tiba-tiba material tanah dari tebing bergeser dan longsor. Tanah kemudian menimpa para pekerja yang berada di bawahnya.

Lokasi PETI DAM diketahui berada cukup jauh dari permukiman warga dengan medan yang sulit dilalui. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Informasi sementara menyebutkan, sedikitnya lima korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Empat korban di antaranya disebut merupakan warga Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Namun, jumlah korban dilaporkan terus bertambah. Hingga informasi terakhir yang dihimpun, total korban yang telah ditemukan disebut mencapai delapan orang. Angka tersebut masih merupakan informasi sementara dan membutuhkan verifikasi serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian, jumlah pasti korban, maupun proses penanganan kasus tersebut.

Ketiadaan keterangan resmi ini membuat informasi mengenai jumlah korban masih bersumber dari informasi lapangan yang belum seluruhnya terverifikasi. Dulohupa.id masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian, Basarnas Pos Marisa, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Jika benar terdapat korban yang masih tertimbun, maka keselamatan dan proses pencarian korban seharusnya menjadi prioritas utama. Bersamaan dengan itu, transparansi mengenai peristiwa tersebut juga penting agar keluarga korban dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas.

Reporter: Onal