Dulohupa.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat belasan ribu masyarakat terdampak kekeringan saat ini. Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng mengungkapkan bahwa kurang lebih telah berjalan 2 bulan dampak kekeringan ini melanda Gorontalo.
“Ya, sudah hampir dua bulan ini kita mengalami kekeringan di Gorontalo. Khususnya di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara,” ujar Tahir kepada awak media pada Senin (10/08/2026).
“Jadi sudah ada sekitar 52 desa yang terdampak dari tiga kabupaten itu,” lanjutnya.
Lebih lanjut jelas Tahir, banyaknya lokasi yang terdampak itu terutama di kecamatan-kecamatan yang berada dalam ketinggian.
“Ini air bersih yang kurang di lokasi tersebut. Jadi ada 6.520 KK yang terdampak, kemudian ada 16.758 jiwa,” ucapnya.
Menurut Tahir, dari 3 kabupaten yang tercatat terdampak kekeringan, yang terparah terjadi di Kabupaten Bone Bolango.
“Untuk sementara yang paling banyak terdampak itu adalah Bone Bolango kemudian menyusul Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara,” ungkap Tahir.
“Dan ketiga daerah kabupaten ini sudah menerbitkan SK siaga darurat untuk kekeringan,” sambungnya.
Hingga saat ini menurut Tahir, BPBD dan pihak terkait terus melakukan upaya pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Penyaluran air bersih kurang lebih 36 ribu liter yang kita salurkan di berbagai kabupaten tadi,” pungkasnya.
Reporter: Yayan











