Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Cuaca Buruk, Nelayan di Leato Selatan Pilih Tak Melaut

×

Cuaca Buruk, Nelayan di Leato Selatan Pilih Tak Melaut

Sebarkan artikel ini
Nelayan Gorontalo
Perahu-perahu nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo hanya terparkir karena nelayan tak melaut akibat cuaca buruk. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Cuaca buruk dalam beberapa waktu terakhir ini di wilayah Gorontalo membuat para nelayan yang ada di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo memilih tak turun melaut. Dari pantauan tim Dulohupa.id di sekitaran pesisir pantai selatan Gorontalo pada Rabu sore (08/07/2026) memang kondisi laut cukup berombak.

Salah satu nelayan di Leato Selatan, Hajir Buhungo menerangkan bahwa beberapa waktu ini memang cuaca cukup buruk, yang mengakibatkan para nelayan tak melaut.

“Untuk di wilayah Gorontalo saat ini musim Tenggara. Nah musim Tenggara adalah musim fakir miskinnya para nelayan Gorontalo khususnya dan umumnya adalah Teluk Tomini,” ujar Hajir kepada awak media.

Dijelaskan Hajir, pada bulan sebelumnya cuaca belum terlalu buruk, namun saat memasuki musim Tenggara, di Gorontalo adalah kabar buruk bagi para nelayan.

“Sekarang Tenggara, bukan musim Timur lagi. Ini lebih dahsyat lagi dari musim Timur,” Ungkapnya.

Menurut Hajir, musim Tenggara kali ini kemungkinan akan menjadi (memburuk), mengingat pada tahun sebelumnya musim tersebut terbilang biasa atau tidak jadi.

Lebih lanjut kata Hajir, musim Tenggara di pesisir selatan Gorontalo ini telah berlangsung sepekan. Karenanya, dikabarkan sudah ada sejumlah nelayan yang memilih ke luar Gorontalo untuk melaut karena cuaca buruk ini. Sementara para nelayan yang memilih tetap di Gorontalo, terpaksa menahan diri untuk tak turun melaut.

“Lebih besar, 90 persen tidak turun melaut, sementara 99 persen khususnya yang ada di Leato Selatan ini adalah nelayan murni,” jelasnya.

Cuaca buruk, nelayan tak lagi melaut, kondisi ini memaksa mereka untuk memutar otak dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-harinya. Menurut Hajir, berbagai jenis pekerjaan menjadi pelarian sementara para nelayan di masa sulit ini.

“Apa saja yang bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk kebutuhan sehari-hari inikan, sementara untuk menutupi kebutuhan sehari-hari ini kan 99 persen kan nelayan, so kurang tidak ba taria ini orang dirumah,” kata Hajir.

“Saya harap kepada pemerintah, so kurang tidak ba taria ini orang dirumah, apa saja yang bisa mendapatkan uang, pekerjaan apa saja, ini sampai bulan Oktober loh begini,” pungkasnya.

Reporter: Yayan