Dulohupa.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat Provinsi Gorontalo mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 2,11 persen pada bulan Juni 2026.
Sementara inflasi tahunan (year-on-year), BPS mencatat pada Juni 2026 sebesar 4,77 persen.
Melalui Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo mengungkapkan bahwa memang pada bulan sebelumnya, Gorontalo mengalami deflasi di Mei 2026, kemudian kembali melaju di bulan berikutnya.
Kenaikan ini memang terlihat cukup tinggi jika dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi Agus Sudibyo memastikan kondisi tersebut masih dalam batas yang terkendali.
“Memang inflasi di bulan Juni 2026 itu masih di level terkendali di 2,11 persen. Dan ini ada hal yang unik, karena di bulan Mei itu kita deflasi,” ujar Agus kepada awak media pada Rabu (01/07/2026).
“Ini karena bulan Mei kita deflasi maka inflasi di bulan Juni itu naiknya cukup tinggi, tapi dalam koridor terkendali kalau kita bicara target pemerintah,” lanjutnya.
Kata Agus, kenaikan inflasi Juni ini cukup mencolok karena setelah Gorontalo mengalami deflasi di bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, Agus mengingatkan ada satu indikator yang perlu menjadi perhatian, yakni inflasi tahun kalender (year-to-date). Hingga Juni 2026, angkanya telah mencapai 3,27 persen atau mulai mendekati batas atas sasaran inflasi nasional.
Sehingga Agus berharap, laju inflasi bulanan (month-to-month) pada semester kedua tahun ini tetap terkendali agar inflasi kumulatif sepanjang tahun tidak melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Yang perlu diwaspadai adalah inflasi tahun kalender yang sudah mendekati batas maksimal. Harapannya, inflasi bulanan ke depan tetap terkendali sehingga inflasi tahun kalender tetap berada dalam koridor target pemerintah,” pungkasnya.











