Gorontalo – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional melalui peningkatan produktivitas komoditas strategis, termasuk jagung.
Hal tersebut ditunjukkan melalui Panen Raya Jagung yang dilaksanakan di Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026) itu menghasilkan sekitar 210 ton jagung dan menjadi bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional.
Panen raya dilaksanakan di lahan seluas 30 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 5–7 ton per hektare. Dengan capaian tersebut, total hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 210 ton jagung. Kegiatan ini merupakan hasil pembinaan UD Damai Sejahtera bersama Kelompok Tani Sipatana Hijau dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani jagung.
Kegiatan panen berlangsung di lahan Kelompok Tani Sipatana Hijau yang diketuai Rahmad Danupoyo dan merupakan wilayah binaan Satrun Datau di Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Keberhasilan panen raya tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya produktivitas budidaya jagung di Kabupaten Gorontalo.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa peningkatan produksi jagung merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Harga jagung sesuai dengan acuan Rp.5.500 tapi disini 6000 (bagus sekali), dan produksi jagungnya besar2. disini saya lihat 1 hektar bisa diatas 6 ton dan saya cek benar diatas 6ton. Kemarin saya sempat lihat dilampung perhektar bisa 5 ton jadi lebih sedikit. Yg kedua pupuk lancar dan harganya juga diskon sampai 20%.” ujar Zulkifli Hasan.
Menurut Menko Pangan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani agar kontribusi sentra-sentra produksi jagung terhadap kebutuhan nasional semakin besar.
Kedepan, pemerintah optimistis produksi jagung di wilayah tersebut akan terus meningkat. Pada Juli 2026, luas panen jagung di wilayah binaan tersebut ditargetkan meningkat secara signifikan menjadi lebih dari 1.000 hektare sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan produksi jagung nasional.
Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara petani, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta memperkuat hilirisasi komoditas jagung guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan.
Sumber: Tim Menko Pangan











