Dulohupa. Id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung di GOR David-Tonny, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/6/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan rasa hormat dan kedekatannya dengan petani serta nelayan yang menurutnya memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Prabowo mengatakan dirinya telah lama berjuang bersama petani dan nelayan di berbagai daerah. Menurutnya, alasan dirinya selalu dekat dengan petani dan nelayan sangat sederhana, yakni karena latar belakangnya sebagai seorang prajurit. Ia menegaskan bahwa sejak awal berdirinya Republik Indonesia, para petani dan nelayan menjadi penopang utama perjuangan para pejuang dan tentara Indonesia.
“Banyak yang bertanya mengapa saya selalu bersama petani dan nelayan. Saya jelaskan sangat sederhana, karena saya mantan prajurit. Dari lahirnya TNI, prajurit Indonesia selalu didukung oleh petani dan nelayan. Saat kemerdekaan diproklamasikan belum ada negara yang kuat, belum ada APBN, belum ada gaji, tetapi para petani dan nelayan tetap memberikan dukungan dan makanan kepada para pejuang,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengenang pengalamannya saat masih menjadi prajurit muda yang bertugas di desa-desa. Ia menyaksikan langsung kehidupan petani yang serba terbatas, namun tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap para prajurit yang bertugas menjaga negara.
“Mereka hidup susah, untuk memasak harus mencari kayu dan berjalan berkilo-kilometer. Tetapi mereka tetap memasak untuk prajurit TNI. Itu menunjukkan begitu besarnya cinta mereka kepada bangsa Indonesia,” katanya.
Prabowo menegaskan bahwa petani dan nelayan merupakan kelompok yang memiliki jasa besar bagi bangsa. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian dan perikanan demi mewujudkan kedaulatan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa keberhasilan peningkatan produksi pangan nasional kini mulai membuka peluang bagi Indonesia untuk membantu negara lain yang membutuhkan pasokan pangan.
Menurut Prabowo, dirinya bahkan menerima telepon dari pemimpin salah satu negara yang menyampaikan apresiasi atas pasokan pupuk dari Indonesia. Negara tersebut juga menanyakan kemungkinan memperoleh beras dan jagung dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka.
Presiden menilai kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian nasional mengalami kemajuan signifikan. Ia menegaskan pemerintah siap membuka peluang ekspor selama kebutuhan dalam negeri tetap terjamin dan petani Indonesia memperoleh keuntungan yang layak.
“Silakan, asal harganya bagus dan petani tidak rugi,” ujar Prabowo.











