Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEPENAS Gorontalo

Antusias Peserta dari Pulau Terluar Utara NKRI demi PENAS XVII di Gorontalo

×

Antusias Peserta dari Pulau Terluar Utara NKRI demi PENAS XVII di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Peserta PENAS XVII
Pence Gagola, Peserta PENAS XVII asal Sulawesi Utara. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII berlangsung di GOR David-Tonny, Limboto, Kabupaten Gorontalo yang dimulai pada 20 – 25 Juni 2026.

Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat pesertanya kurang lebih 13 ribu orang yang datang dari seluruh daerah di Indonesia. Bahkan dari ujung utara pulau terluar Indonesia ikut memeriahkan even nasional petani dan nelayan tahun ini.

Salah satunya, Pence Gagola, Petugas Penyuluhan Pertanian asal pulau Minggas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Pulau Miangas juga dikenal sebagai salah satu pulau terluar di utara yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan Filipina.

Pence mengaku harus membelah samudera untuk bisa sampai ke tanah Gorontalo berjuluk Serambi Madinah itu. Ia menceritakan perjalanannya menuju Gorontalo bersama rombongan, bahwa harus berhari-hari untuk bisa sampai dilokasi PENAS ke-XVII ini.

“Saya asalnya dari Kabupaten Kepulauan Talaud paling Utara NKRI, jadi kami berangkat dari tempat tinggal naik mobil, setelah itu 7 jam menyeberang pakai speedboat ke pelabuhan utama,” ujar Pence kepada Dulohupa saat diwawancarai.

“Kemudian kami satu malam menyeberangi lautan dengan menggunakan kapal dan tiba di pelabuhan Manado,” lanjutnya.

Pence menceritakan, sesampainya di ibukota provinsi Sulawesi Utara, kemudian rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Gorontalo melewati jalur darat dengan berjam-jam lagi.

Meski jarak tempuh yang jauh dan menguras tenaga, Pence mengatakan sangat senang bisa ikut pada agenda PENAS tahun 2026 ini.

Menurutnya, jarak yang jauh ini menjadi modal mereka untuk banyak mengali pengetahuan dan pengalaman di kegiatan PENAS, yang kemudian akan dibawa kembali ilmu itu ke kampung halaman.

“Untuk 5 hari kedepan kami harapkan akan mendapatkan pengetahuan teknologi baik dibidang pertanian maupun perikanan serta akses-akses bisnis untuk membangun daerah kami,” ungkapnya.

“Kami mendapatkan ilmu teknologi dari kegiatan ini, kemudian kami akan aplikasikan ditempat kami,” sambung Pence.

Adapun peserta pada PENAS ke-XVII kali ini, dari Kabupaten Kepulauan Talaud mengutus 48 orang untuk hadir.

“Di perjalanan itu pusing, lelah sampai berpikir tidak akan sampai (ke lokasi PENAS), tapi karena semangat untuk ikut kegiatan ini, jadi luar biasa,” ungkapnya.

Terakhir, ia juga berharap pada even nasional kedepan dirinya bisa lagi ikut terlibat, meski harus membela samudera atau bahkan harus membentang khatulistiwa untuk menuju lokasi PENAS selanjutnya.

Reporter: Yayan