Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINE

Ibu dan Anak Terseret Arus Sungai di Boliyohuto Belum Ditemukan

×

Ibu dan Anak Terseret Arus Sungai di Boliyohuto Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Ibu dan Anak Terseret Arus Sungai di Boliyohuto
Tim sar gabungan melakukan pencarian ibu dan anak yang hilang menggunakan perahu karet.

Dulohupa.id – Seorang ibu bernama Sumitra Isini (28) dan anaknya Akbar Diangi (9) dikabarkan hilang terseret arus sungai Paguyaman di Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo pada Sabtu (03/01/2026).

Keduanya hanyut saat mereka pulang dari kebun menuju rumah dikampung. Dari informasi yang dihimpun, keduanya dari kebun bersama Yasin Isini (suami/ayah), saat melintasi sungai yang memang cukup deras debit airnya.

Saat dikonfirmasi, Kasi Ops Basarnas Gorontalo, Halidin La Bidu membenarkan peristiwa hilangnya dua warga ini. Menurut dia, tim mendapatkan informasi dari warga setempat, dan langsung menuju lokasi pencarian.

“Bahwa pada pukul 15.45, korban bersama anaknya sedang menyebrangi sungai dan tiba-tiba sungai meluap, sehingga menyebabkan ibu dan anak tersebut hanyut,” ujar Halidin kepada awak media, Minggu (04/01/2026).

“Pada saat kejadian menyeberangi sungai itu tiga orang dengan ayah ibu dan anaknya. Pada saat terjadi luapan air, anak dan ibu terlepas dari genggaman bapaknya sehingga mereka berdua hanyut terbawa arus sungai,” sambungnya.

Lebih lanjut jelas Halidin, hingga pencarian hari kedua, tim gabung belum menemukan kedua orang yang hilang.

“Sampai hari ini pelaksanaan operasi sar hari kedua sampai pukul 17.50, tim sudah melaksanakan pencarian dan hasil masih nihil,” ucapnya.

Adapun kendala di lapangan menurut Halidin, kondisi air sungai masih cukup deras dan keruh sehingga menambah kesulitan dalam proses pencarian.

“Untuk rencana operasi besok kita lanjutkan pada pukul 06.30. Tim akan melanjutkan pencarian dengan membagi dua kru,” tandas Halidin.

"Kru pertama akan melakukan pencarian dari lokasi kejadian sampai ke muara, kemudian kedua, tim akan melakukan pencarian lewat penyisiran di bantaran sungai secara manual dan menggunakan drone thermal," lanjutnya tutup.

Reporter: Yayan