Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWAPOHUWATO

Penjelasan Pani Gold Mine atas Peristiwa Banjir di Pohuwato

×

Penjelasan Pani Gold Mine atas Peristiwa Banjir di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Pohuwato Banjir
Banjir Bandang di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato. Foto/Istimewa

Dulohupa.id – Pani Gold Mine sejumlah entitas perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas di bawah Merdeka Gold Resources Tbk. yang ada di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo memberikan penjelasan terkait peristiwa banjir di Desa Hulawa Kecamatan Buntulia, Selasa (30/12/2025).

Humas Pani Gold Mine, Kurniawan Siswoko mengaku saat ini aktivitas perusahaan masih terbatas.

Peristiwa banjir bandang itu terjadi akibat luapan air sungai Taluduyunu yang sedimentasi di sungai tersebut telah menumpuk. Badan sungai mulai rata sehingga air sungai melebar dan merembet ke perkebunan dan pemukiman warga.

Penumpukan sedimentasi di sungai Taluduyunu kata dia akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hulu semakin masif dan banyaknya bukaan lahan PETI yang tidak terkontrol.

“Faktanya sungai yang dangkal tidak dapat menampung air secara optimal. badan sungai menjadi dangkal dan di hulu sungai telah banyak bukaan lahan dengan menggunakan alat berat (excavator) oleh penambang tanpa izin. Sudah berlangsung lama tanpa kontrol. Tanpa upaya rehabilitasi,” ungkap Kurniawan.

Kurniawan menegaskan bahwa aktivitas Pani Gold Mine masih terbatas dan saat ini tidak berada di jalur hulu sungai yang mengakibatkan air hujan mengalir ke sungai utama.

Sebelumnya, banjir bandang yang menerjang Dusun Kapali dan Dusun Hele, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo akibatkan dua rumah rusak parah dan ratusan jiwa terdampak.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Abdul Muthalib Dunggio mengaku data sementara jumlah kerusakan dan dampak yang ditimbulkan banjir bandang meliputi, dua unit rumah rusak, satu tanggul jebol.

Masyarakat terdampak di Dusun Kapali, 20 Kepala Keluarga atau 66 jiwa, sedangkan di Dusun Hele 23 jiwa terdampak atau sebanyak 78 jiwa.

“Data sementara, selain dua rumah yang rusak parah akibat terjangan banjir, saat ini ada 13 rumah lainnya masih terendam. Air saat ini telah surut. Satu mobil BPBD dikerahkan membersihkan sisa lumpur di rumah warga,” ungkap Abdul Muthalib, Selasa (30/12/2025).