Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINE

Belum Sebulan Dikerjakan, Tanggul Senilai Rp 3,3 Miliar di Banggai Kepulauan Nyaris Ambruk

×

Belum Sebulan Dikerjakan, Tanggul Senilai Rp 3,3 Miliar di Banggai Kepulauan Nyaris Ambruk

Sebarkan artikel ini
tanggul ambruk Desa Kombutokan
Kondisi tanggul gelombang pasang surut air laut yang ada di wilayah pesisir Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Foto: Yayan

Dulohupa.id – Tanggul yang diharapkan tangguh menepis gelombang pasang surut air laut yang ada di wilayah pesisir Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah nyaris ambruk.

Mirisnya, proyek rekonstruksi bangunan pasang surut senilai Rp 3.326.078.195,95 yang dikucurkan pemerintah melalui dana hibah BNPB (APBD Hibah 2024/2025) ini belum sebulan selesai pengerjaannya.

Pembangunan tanggul ini telah dimulai sejak bulan Agustus dan selesai pada Desember 2025 kemarin. Panjang pekerjaan ini diperkirakan kurang lebih 600 meter.

tanggul Desa Kombutokan
Kondisi Tanggul di wilayah pesisir Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah belum sebulan selesai dikerjakan.

Dari informasi yang didapat, sekitar 35 meter panjang tanggul yang retak dan nyaris ambruk. Salah satu masyarakat, Rianto Abd Samad saat dihubungi mengatakan bahwa retaknya tanggul ini terlihat sejak kemarin.

“Di hari Sabtu sudah retak tanggul itu,” ujar Rianto kepada Dulohupa saat dihubungi via Whatsapp, Minggu (04/01/2026).

“Sabtu subuh itu kira-kira, pas hujan kencang dan ada banjir,” lanjutnya.

Darinya, cukup menyayangkan tanggul yang terlihat kokoh berdiri menepis semua kekhawatiran warga pesisir jika memasuki musim ombak atau serangan banjir dari hulu sungai, namun rusak tak sampai seumur jagung.

“Ini cukup disayangkan, anggaran yang cukup besar tapi kualitas pekerjaan tak sebaik kelihatannya,” tandasnya.

Rianto berharap, atas kejadian tersebut, pihak berwajib dapat menelusurinya. Menurut dia, tanggul ini bukan sekedar beton yang berdiri saja, lebih dari itu, ini benteng yang memberi rasa aman kepada masyarakat pesisir dari hantaman ombak atau banjir.

“Kami berharap pihak-pihak terkait bisa mengusut hal ini, jangan sampai ada indikasi kesengajaan dalam retaknya tanggul ini, disini kami adalah korban,” tutupnya.

Penulis: Yayan