Dulohupa.id – Pemerintah Kota Gorontalo berencana akan menerapkan sistem satu arah atau one wey di jalan DR HB. Jassin. Nantinya, pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2025 diagendakan dilakukan uji coba one wey di ruas jalan tersebut.
Hal ini kemudian mendapat respon dari sejumlah masyarakat yang berdagang di sepanjang ruas jalan HB Jassin. Mereka keberatan one wey ini jika diberlakukan terus menerus
Salah satu pedagang kaki lima, Siti kepada Dulohupa mengatakan keberatannya soal rencana one wey ini. Bukan tanpa sebab, hal ini dinilai cukup berdampak pada penghasilan pedagang.
“Kalau saya sendiri sebagai pedagang di kaki lima begini jelas mengurangi pendapatan, karena biasakan jalan dua arah tiba-tiba satu arah, iya kurang setuju,” ujar Siti kepada Dulohupa, Kamis (23/10/2025).
“Tapi nanti mo liat kalau bagaimana, kan baru mo coba kan,” lanjutnya.
Siti mengatakan sebelumnya dijalan tersebut telah pernah dilakukan uji coba sistem satu arah, dan hal itu cukup membuat penghasilan dagangannya berkurang.
Juga ditambahkan pedagang kaki lima lainnya, Susan mengungkapkan pemberlakuan sistem satu arah ini pasti akan berdampak pada penghasilannya.
“Kalau cuman satu-dua hari mo coba dulu. (jika diterapkan one wey seterusnya?) berpengaruh di pendapatan,” ucap Susan.
Ia menjelaskan bahwa berkaca pada lapak miliknya yang berada di jalan Jendral Sudirman, sebelum penerapan one wey penghasilan terbilang cukup, namun setelah diberlakukan pendapatan kian menurun.
“Soalnya torang pe lapak satu di (depan) kampus UNG, jadi lalu kan dapat sekitar ratusan begitu, sekarang so agak menurun,” jelas Susan.
Sama halnya juga pedagang kaki lima di ruas jalan HB Jassin lainnya, Mita yang menilai penerapan one wey ini pasti akan berdampak pada mata pencahariannya.
“Susah dang torang yang ba jual, cuman kalau pemerintah mo atur yang terbaik itu arus kendaraan supaya kurangi macet atau apa, yahh torang menunggu,” ungkap Mita.
“Tapi jelas ta kurang pembeli, tapi ini kan masih uji coba,” pungkasnya.
Reporter: Yayan











