Dulohupa.id – Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo berhasil menangkap tiga pelaku yang diduga terlibat pemboman ikan di perairan Sulawesi, tepatnya di Gorontalo Utara. Penangkapan dilakukan pada hari Senin, 4 Agustus 2025, sekitar pukul 17.00 WITA.
Para pelaku menggunakan modus operandi yang berbahaya, yakni merakit bom ikan dari bubuk kimia dan serbuk musio yang diperoleh dari korek api batang.
Saat penangkapan, ketiga pelaku sempat melakukan perlawanan, yang mengakibatkan petugas terluka di kepala dan jatuh ke dalam air. Pelaku sempat melarikan diri. Namun, mereka berhasil ditangkap di atas kapal yang menuju Ternate.
Menurut Direktur Polisi Air dan Udara (Dir Polairud) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wiyogo Pamungkas, tindakan ini melanggar beberapa peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Perikanan, Undang-Undang tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Terpencil, serta KUHP, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.
Kasus ini juga terkait dengan dugaan tindak pidana destructive fishing, khususnya pengbomban ikan. Berdasarkan laporan polisi Nomor LP/A/06/VIII/2025, tindakan tersebut terjadi di wilayah Gorontalo Utara, tepatnya di koordinat N 0.991749 E 122.879119, Kecamatan Tomelito.

Dari hasil penyelidikan, para tersangka mengaku telah melakukan aktivitas ilegal ini selama dua tahun di perairan Gorontalo Utara.
Dua dari tiga pelaku yang ditangkap masih di bawah umur, sehingga perlakuan terhadap mereka akan mengikuti hukum acara yang berlaku khusus untuk anak di bawah umur.
Barang bukti yang ditemukan, termasuk alat dan bahan yang digunakan untuk merakit bom ikan, diperoleh dari rumah pelaku di sekitar perkampungan mereka.
Direktorat Polair telah memerintahkan seluruh pos Polair di wilayah Teluk Tomini dan Laut Sulawesi untuk melakukan penindakan tegas terhadap praktik destructive fishing.
Kolaborasi dengan Dinas Perikanan di seluruh kabupaten dan provinsi di Gorontalo juga akan dilakukan untuk menjaga kelestarian laut dan pengelolaan penangkapan ikan, demi meningkatkan pendapatan pemerintah di sektor perikanan.
Kepada awak media, Direktur Polair menegaskan komitmennya untuk tidak segan-segan mengambil tindakan keras terhadap pelaku yang melakukan perlawanan terhadap petugas selama proses penangkapan. Dengan penangkapan ini, diharapkan tindakan ilegal dalam sektor perikanan dapat diminimalisir dan sumber daya laut dapat dilestarikan.
Reporter: Maya











