Dulohupa.id – Kenaikan harga beras kian dirasakan pelaku usaha warung makan di Gorontalo. Pemilik warung makan terpaksa mengurangi porsi nasi dalam menu makanan yang dijual.
Sriwanti Abdurrahaman misalnya, pedagang makanan di Universitas Negeri Gorontalo mengaku mulai harus menyesuaikan dengan kenaikan harga beras yang disebut sudah terjadi sejak 2 pekan terakhir.
Perempuan yang kerap disapa Ta Wanti ini terpaksa memutar otak untuk mengurangi porsi nasi dalam menu makanan yang dijualnya. Hal ini dilakukan karena biaya produksi atau pengeluaran meningkat, namun Sriwanti tidak menaikan harga menu makanan yang ada.
“Kalau sudah naik beras kasih kurang depe porsi nasi, tapi cuman kasih kurang sedikit saja. Harga beras sekarang itu 750 ribu perkarung (50 Kg) harga normalnya itu biasa cuman sekitar 670 ribuan. Perkilo sekarang sudah 16 ribuan yang biasanya 13.500 atau 14.000,” Ujar pemilik warung makan, Sriwanti Andurrahman.
Beruntung, hingga kini pengurangan porsi nasi yang terpaksa dilakukan pemilik warung tidak menuai protes atau keluhan dari para pelanggan.
Disisi lain, hal ini dinilai berpengaruh terhadap penjualan atau pendapatan pemilik warung makan. Pemilik warung makan berharap, lonjakan harga beras ini dapat segera diatasi pemerintah sebelum terus meroket dan berimbas terhadap ekonomi pelaku usaha.
Redaksi











