Dulohupa.id – Sejak beberapa pekan terakhir, beras di Gorontalo mulai mengalami kenaikan harga meski tidak signifikan.
Kenaikan beras hingga saat berkisar 1.000 rupiah hingga 2.000 rupiah per kilogram atau perliternya. Namun, kenaikan harga beras ini cukup menimbulkan kecemasan dikalangan masyarakat Gorontalo.
Sementara harga beras perkarung (50 Kg) mencapai Rp750 ribu. Beras eceran dijual 13.500 atau 14.000 perkilogram.
Ditengah lonjakan harga beras, Pimpinan cabang Bulog Gorontalo, La Ode Suleman Ngkalusa mengungkapkan bahwa hingga saat ini ketersediaan cadangan beras di 3 gudang Bulog Gorontalo melebihi kebutuhan warga. Bulog mencatat total ketersediaan beras mencapai 6.500 Ton tersebar di gudang Talumolo, Bongo Nol serta gudang Marisa.
“Kami saat ini sedang melakukan persiapan untuk penyaluran bantuan pangan serta penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan. Itu akan kami salurkan dalam waktu dekat ini, dan sekarang kami sudah persiapan kemudian juknis dari Bapennas juga sudah ada, tinggal menunggu data penerima manfaat dari program bantuan pangan ini,” Jelas La Ode Suleman.

Lebih lanjut, La Ode menegaskan dan memastikan bahwa ketersediaan beras sangat aman untuk kebutuhan masyarakat. Dari total cadangan beras yang ada, kebutuhan untuk bahan pangan dalam dua alokasi program bantuan hanya 2.300 Ton saja. Artinya masih terdapat lebih dari 4.000 Ton cadangan beras yang dikuasai Bulog Gorontalo.
La Ode mengatakan, ketersediaan cadangan beras yang ada banyak diserap langsung dari petani di Gorontalo melalui kemitraan.
“Kualitas beras juga kami bisa pastikan sangat baik, kami pastikan tidak akan ada komplain dari masyarakat dalam penyaluran bantuan pangan dan SPHP nanti. Kepada masyarakat Gorontalo tidak perlu panik, kami sudah melakukan upaya untuk melakukan stabilisasi harga,” Pungkas La Ode.
Redaksi












