Dulohupa.id – Kota Gorontalo saat ini tengah gencar-gencarnya membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor untuk berinvestasi, tak lain sebagai upaya peningkatan pendapatan daerah itu sendiri.
Meski demikian, seiring seirama tak sedikitpun memberikan dampak negatif atau bahkan menyusahkan masyarakat itu sendiri.
Persoalan ini cukup ditegaskan Walikota Gorontalo, Adhan Dambea. Penegasan ini sebagai salah satu warning (peringatan), mengingat akhir-akhir ini sejumlah masalah seperti halnya penutupan gerai mie gacoan di Kota Gorontalo oleh walikota. Dimana, terdapat 33 orang pekerja konstruksi pembangunan gerai mie gacoan yang selama 6 bulan lamanya belum terbayarkan upah kerjanya.
“Bagi kita Pemerintah Kota Gorontalo, kita sangat bersyukur kalau ada investor yang datang. Kita terbuka, kita menerima,” ujar Adhan kepada awak media, Rabu (18/06/2025) malam.
Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah sangat terbuka dengan adanya investor yang datang di Kota Gorontalo. Namun, Adhan menekankan agar para investor yang ada, tak merugikan masyarakat.
“Tetapi investor jangan ba akal (menipu) di Kota Gorontalo, bekeng susah rakyat Gorontalo,” ucapnya.
Bahkan tak segan, Walikota Gorontalo mengatakan akan mengusir para investor jika merugikan rakyat.
“Kalau model pengusaha begini kita usir, kita harapkan pengusaha itu bisa membantu rakyat Kota Gorontalo,” tandasnya.
Memang, Adhan akhir-akhir ini tengah geram dengan kondisi yang ada di wilayahnya. Mengapa tidak, persoalan belum terbayarkan upah pekerja pada pembangunan gerai mie gacoan di Kota Gorontalo melatarbelakangi hal tersebut.
Dirinya akan selalu berada di barisan masyarakat untuk membela hak-hak warganya, tanpa tebang pilih.
Reporter: Yayan











