Dulohupa.id – Jelang perayaan hari Idul Adha, penjualan ternak sapi untuk hewan kurban di Gorontalo terus meningkat. Penjual sapi mengaku kewalahan memenuhi permintaan instansi atau kelompok masyarakat.
Fendri Mahful, salah satu penjual hewan kurban di sebuah lahan kosong di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Bone Bolango mengaku merasakan lonjakan penjualan sapi dibandingkan tahun sebelumnya, Fendri mengatakan penjualan saat Idul Adha kali ini jauh lebih lancar.
“Alhamdulillah penjualan saya disini lancar karena patokan harganya disini di bawah. Tahun ini juga lebih banyak yang keluar dibandingkan tahun kemarin. Stok yang kita sediakan disini 140 ekor dan sisa yang belum laku itu sekitar 12 ekor. Biasa yang beli dari instansi dan ada juga dari kelompok masyarakat begitu. Paling banyak yang beli itu sampe lebih dari 10 ekor biasanya dari instansi,” Ujar Fendri Mahful, penjual hewan kurban.
Fendri juga mengaku sudah menggeluti usaha musiman sebagai penjual hewan kurban ini sejak 5 tahun lalu. Sementara penjualan hewan kurban mulai disediakan sejak tanggal 6 Mei 2025 atau satu bulan sebelum hari Idul Adha.
“Sebelum satu bulan itu saya sudah kumpul atau beli dari peternak terus kita bawa disini, sapi sapi ini kita ambil dari Kecamatan Paguyaman, Boalemo. Dari segi kesehatan ini sudah diperiksa langsung oleh dokter dan tim kesehatan dan dinyatakan sudah layak untuk dijadikan hewan kurban,” tutur Fendri
Fendri menjual ternak sapi untuk hewan kurban dengan harga bervariasi, mulai dari dari 7 juta hingga 25 juta rupiah, sapi dengan harga kisaran 10 juta rupiah keatas paling banyak dipesan. Bahkan pembeli juga dapat menitipkan ternak sapi di tempatnya hingga perayaan Idul Adha nanti dengan pakan dan kondisi kesehatan ditanggung penjual.
“Saya bisa targetkan itu sekitar 200 ekor, biasa paling banyak juga di H-Satu minggu lebaran sudah naik bagus dan tidak bisa dibendung lagi pembelinya. Untuk harganya nanti tergantung petani, kalau petani jualnya mahal ya saya juga pasti jual mahal. Tapi biasa dari pengalaman kemarin kalau sudah mendekati begini, peternak juga tahan harga. Dari yang biasa 12 juta mereka tahan di 13 juta,” Pungkas Fendri.
Tim Liputan Dulohupa











