Dulohupa.id – Persoalan sampah di Gorontalo masih menjadi masalah serius dengan produksi sampah yang cukup siginifikan. Kurangnya tempat pembuangan akhir (TPA) dan fasilitas daur ulang, serta rendahnya kesadaran masyarakat, menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah.
Kondisi ini membuat Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus berupaya mengelola sampah secara optimal. Dalam waktu dekat, jajaran dinas LHK yang akan dipimpin Kepala dinas LHK, Fayzal Lamakaraka, S.STP akan melakukan Road Show kepada seluruh kepala daerah Kabupaten/Kota se-Gorontalo.
Kadis Fayzal mengatakan, Bupati maupun Wali Kota di Gorontalo saat ini sangat konsen untuk mengatasi masalah sampah. Dengan kesempatan itu, pihaknya akan melakukan audiensi yang bertujuan untuk membawa solusi terhadap permasalahan sampah. Hal ini juga bisa menjadi wadah untuk mengidentifikasi akar masalah, bertukar ide, dan merancang strategi penanganan sampah yang lebih efektif.
Dirinya menyebut akan menawarkan solusi dalam mengatasi sampah ketika bertemu dengan bupati/walikota. Salah satu solusi yang akan diberikan, terkait sistem pengelolaan sampah dari Jepang.
“Kami telah mendapatkan ilmu baru terkait sistem pengelolaan sampah yang sebagaimana telah dipaparkan oleh Nagomi Mizoka, perwakilan JICA dari Jepang. Namun paparan itu, kami akan kaji terlebih dahulu, akan dibuatkan materinya dan item-item yang bisa diambil dari materi tersebut,” ungkap Fayzal, Selasa (20/5/2025).

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan warga Jepang sangat sederhana tapi banyak manfaat. Salah satunya, mereka warga Jepang memiliki jadwal pembuangan sampah setiap harinya. Misalnya, hari Senin adalah jadwal buang sampah plastik dan botol plastik. Selasa, jadwal buang sampah yang mudah terbakar. Rabu, jawal buang sampah Unorganik, kaleng atau botol. Kamis, jadwal buang sampah kertas. Sedangkan Jumat, jadwal buang sampah yang mudah terbakar dan seterusnya.
“Kenapa harus seperti itu, karena sampah yang akan dibuang bisa terpilah dengan baik sebelum menuju TPA. Artinya ini harus ada kesadaran hingga kedisiplinan dari masyarakat. Diharapkan akan menjadi kebijakan bupati/walikota untuk mengatasi masalah sampah,” ujar Fayzal.
“Banyak poin-poin yang kita dapatkan dari pemaparan Nagomi. Kita akan susun dan kaji sebelum kita tawarkan kepada kepala daerah,” lanjut Fayzal.
Disamping itu, dinas LHK juga akan meminta kepala daerah dapat bekerjasama dengan pihak swasta yang dinilai menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi masalah sampah, karena swasta seringkali memiliki teknologi, infrastruktur, dan sumber daya yang lebih luas untuk mengolah sampah secara efisien.
“Bekerjsama dengan pihak swasta merupakan strategi yang harus dilakukan pemerintah. Keikutsertaan swasta dalam pengelolaan sampah dibutuhkan, mengingat tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk penanganan masalah ini,” pungkas Kadis Fayzal.
Baca Juga: Dinas LHK Provinsi Gorontalo Belajar Kedisiplinan Jepang dalam Mengelola Sampah
Reporter: Enda











