Dulohupa.id – Misteri kematian terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) usai ditangkap di Masjid Al Jauhar, Kelurahan Bugis, Kota Gorontalo masih menjadi sorotan publik. Penyebab meninggalnya pelaku belum terungkap dan terus menjadi tanda tanya dibenak masyarakat.
Diketahui terduga pelaku bernama Rio Langi asal Kota Manado, Sulawesi Utara. Dirinya dikabarkan meninggal dunia setelah rekan almarhum menyampaikan turut berduka cita melalui media sosial Facebook.
Sebelumnya, pada malam kejadian, Rio telah diamankan ke Polresta Gorontalo Kota. Namun setelahnya, pelaku dilaporkan sudah meninggal dunia, dan kemudian jasad pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Polda Gorontalo.
Misteri kematian Rio Langi kini jadi tanda tanya. Pasalnya, melalui sejumlah komentar di media sosial, warganet cukup keheranan atas informasi yang menyebutkan bahwa sebab kematian pelaku akibat amukan massa pada malam kejadian. Tak sedikit, warganet mengungkapkan bahwa pelaku saat diamankan dan dibawa ke Mapolresta Gorontalo Kota dalam kondisi baik sebelum meninggal dunia.
Hal tersebut turut dibenarkan saksi mata, Abin yang merupakan warga Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Ia mengaku pada malam kejadian turut membantu amankan Rio Langi.
“Waktu itu dia (Rio Langi) baik-baik. Turun dari plafon dan diantar sampai ke mobil tidak ada apa-apa. Tidak ada yang terjadi, kan dikawal polisi, ada juga pak imam, dan ada jamaah satu dengan buser. Saya juga mengawal sampai ke mobil. Tidak ada apa-apa itu,” ujar Abin yang juga penjaga Masjid.
Tak hanya itu, Abin pun turut menjelaskan kronologi Rio Langi sampai mau turun dari plafon, usai dibujuk.
“(Bagaimana proses sampai dia mau turun dari plafon?) Jadi dia itu (Rio Langi) minta supaya ada jaminan, supaya dia turun. (Merasa aman) Akhirnya dia turun,” ucap Abin.
“(Kondisi wajah saat kejadian?) Tidak ada luka, cuman penuh abu. Sampai diantar ke mobil tidak ada itu,” lanjutnya.
Sementara terkait video yang memperlihatkan adu jotos pelaku dan warga di atas genteng mesjid, Abin menuturkan hal tersebut bukanlah perkelahian. Di atap masjid, pelaku juga terlihat memegang besi kubah masjid yang ujungnya tajam. Sementara warga memegang kayu. Menurut warga, kayu yang dipukul tidak mengenai tubuh pelaku.
“Bagaimana mau berkelahi kalau keadaan begitu. Dia (Rio Langi) diatas baru itu (warga) dibawah. Baru dia ada pegangan itu barang tajam itu, tidak kena itu, kan berjauhan (pelaku dan warga),” jelasnya.
Abin memastikan bahwa Rio Langi hingga di amankan ke Mapolresta Gorontalo Kota dalam kondisi baik-baik saja, tak ada luka serius atau kondisi wajah yang penyok, seperti yang dikabarkan bahwa pelaku Curanmor tewas akibat diamuk massa.
“(Bagaimana respon warga usai dikabarkan pelaku tewas diamuk massa?) Mereka pasti marah. Karena mereka tidak ba kore (menyentuh) baru dibilang warga. Sedangkan ada turun dan diantarkan ke mobil baik-baik. Tidak ada sama sekali (memukul pelaku),” tutupnya.
Sebagai informasi, Rio Langi menjadi buronan Resmob Polresta Manado, setelah melakukan pencurian di Kota Manado dan melarikan diri ke Gorontalo.
Pelaku diduga datang ke Gorontalo untuk menjual sepeda motor. Tapi aksinya diketahui warga di Kelurahan Bugis karena motor yang dijual merupakan hasil curian.
Warga mengetahuinya karena sebelumnya sepeda motor N-Max yang hilang tersebut diposting di media sosial. Dari situlah warga yang hendak menangkapnya bersembunyi di atap Masjid.
Sementara awak media telah berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Polresta Gorontalo Kota untuk mengetahui penyebab kematian Rio. Namun belum ada keterangan resmi dari petugas kepolisian.
Redaksi











