Dulohupa.id – Korban banjir di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo mengeluhkan kanal Tapodu di kawasan Danau Limboto tidak berfungsi optimal.
Menurut warga, banjir luapan danau mengepung permukiman karena tak ada jalan keluar air. Bahkan pintu air 5 di kanal Tapodu belum dibuka, karena terhalang dengan gundukan tanah yang belum diselesaikan oleh pihak pekerja proyek.
“Air ini terkurung disini. Sebenarnya waktu belum ada kanal, air bisa menyebar. Cuman sekarang sudah terhalang, apalagi jalan baru di pinggir kanal lebih tinggi, jadi susah keluar air. Sekarang sudah ada kanal, pintu air harusnya dibuka juga,” ujar Sartin Hasan, Warga Tabumela, Sabtu (25/1/2025).
Kanal Tapodu dibangun sejak Tahun 2014 namun hingga saat ini belum rampung. Kanal berfungsi salah satunya untuk mengendalikan luapan air Danau Limboto menuju laut. Namun Gundukan tanah tinggi di sekitar pintu air 5 membuat air dari danau tak mengalir ke kanal.
Warga mendesak pihak Balai Sungai Gorontalo maupun pihak terkait bisa secepatnya menyelesaikan proyek kanal Tapodu tersebut. Sehingga diharapkan banjir tidak memperparah permukiman yang tinggal tak jauh dari pesisir Danau Limboto.


Berdasarkan data dari pemerintah Desa Tabumela, total Dusun 1 sampai 5 terdampak banjir. Tercatat ada sekitar 140 rumah atau 648 jiwa (312 KK) yang terdampak banjir. Terpantau di lokasi, ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter.
Banjir juga sebagian kecil berdampak ke rumah-rumah warga di pesisir Danau yang ada di Desa Tilote, Tualango, Ilotidea dan Lauwonu.
Warga mengaku masih trauma dengan peristiwa banjir pada bulan Juli 2024 lalu. Sehingga diharapkan banjir kali ini tidak memperparah kondisi warga di permukiman.
“Kalau pengalaman banjir 6 bulan lalu, memang trauma. Semoga tidak turun hujan terus,” pungkas Sartin Hasan.
Reporter: SDM











