Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Sebelum Kecelakaan, Maskapai SAM AIR Sempat Cancel Pemberangkatan Penumpang

×

Sebelum Kecelakaan, Maskapai SAM AIR Sempat Cancel Pemberangkatan Penumpang

Sebarkan artikel ini
Pesawat SAM AIR
Pesawat Perintis SAM AIR/ISt

Dulohupa.id – Pihak Maskapai SAM air sempat membatalkan pemberangkatan penumpang pesawat sebelum terjadinya kecelakaan. Hal itu diungkapkan Fandi Ahmad, suami dari Sri Meyske Male yang jadi korban jatuhnya pesawat di sekitar Bandara Panua Pohuwato, Gorontalo.

Menurut pengakuan Fandi, Sri Meyske harusnya berangkat ke Palu lebih awal pada Kamis 17 Oktober 2024, tapi jadwal penerbangan pesawat di cancel oleh pihak Maskapai SAM AIR.

Kata Fandi, pembatalan keberangkatan dikarenakan pihak Maskapai masih menunggu Spare Part dari Jakarta. Diketahui Spare part adalah komponen pengganti yang digunakan untuk menggantikan komponen yang rusak, aus, atau tidak berfungsi pada sebuah mesin, alat, atau perangkat.

“Sebenarnya penerbangan ini hari Kamis, tapi dibatalkan karena Spare part yang masih di Jakarta. Saya dapat informasi dari agen SAM AIR begitu,” ungkap Fandi saat ditemui awak media usai pemakaman jenazah istrinya di Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo, Senin (21/10/2024).

“Saya tanya ke agen, terus kalau dibatalkan begini, untuk biaya tiket pesawat bagaimana. Saya bilang kalau ada penerbangan lain, tolong diinformasikan, karena istri saya pingin sekali berangkat,” sambungnya.

Baca Juga: Cerita Suami Sri Meyske, Punya Firasat Sebelum Pesawat Jatuh di Gorontalo

Beberapa hari kemudian, Sri Meyske mendapat informasi bahwa ada jadwal penerbangan lainnya yakni di Hari Minggu dan Senin. Fandi sempat tidak percaya karena belum mendapatkan informasi waktu jadwal penerbangan lainnya.

“Saya juga sempat cari tahu, kenapa tiba-tiba sudah ada jadwal penerbangan, padahal pihak maskapai masih menunggu spare part. Saya cari-cari tahu, sampai istri saya marah dan bilang kamu tidak suka saya ke Palu. Hingga akhir dia memilih jadwal penerbangan hari Minggu,” tutur Fandi.

Sementara Co-Pilot SAM AIR, Kapten Kasta Gunawan menjelaskan, pesawat yang beroperasi di Bandara Bumi Panua Pohuwato itu berjumlah dua pesawat.

Namun kata dia, dari dua pesawat yang melakukan pelayanan penerbangan tersebut satu masih dalam proses perbaikan atau sementara melakukan pemasangan mesin yang baru karena sudah habis jam atau massa terbang.

“Pesawat yang beroperasi ini ada dua. Cuman yang satunya (pesawat) masih menunggu pemasangan mesin yang baru karena sudah habis jam terbang,” jelasnya.

Tak hanya itu, dirinya juga mengaku, pesawat yang melayani penerbangan dan mengalami kecelakaan merupakan pesawat yang sering digunakan dan layak terbang.

“Pesawat ini layak terbang. Makanya kita tunggu hasil dari KNKT untuk pemeriksaan,” tandas Kapten Kasta.

Kronologis kecelakaan

Kepala bagian humas, Direktorat Jendral perhubungan Udara, Mohammad Khusnu menjelaskan, pada tanggal 20 Oktober 2024, sebuah pesawat perintis milik PT. SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) mengalami kecelakaan di Bandara Panua, Pohuwato. Pesawat tersebut sedang melayani rute dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo, menuju Bandara Panua, Pohuwato.

Pesawat dipiloti oleh Capt. M. Saefurubi A dengan First Officer M. Arthur V. G serta seorang teknisi bernama Budijanto. Selain awak pesawat, ada satu penumpang bernama Sri Meyke Male.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pesawat PK-SMH lepas landas dari Bandara Gorontalo pada pukul 07:03 WITA, dengan perkiraan waktu tiba (ETA) pada pukul 07:33 WITA dalam kondisi cuaca berawan.

Pesawat melakukan prosedur pendaratan melalui runway 27 dan melakukan go arround dengan belokan ke kiri pada menit ke 07.35 pada saat itulah pesawat jatuh didaerah tambak/empang yang jaraknya kurang lebih 300 meter sisi selatan runway.

Kecelakaan ini mengakibatkan Pilot, First Officer, Teknisi, dan 1 org penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian dan semua korban dievakuasi ke Puskesmas Motolohu Pohuwato.

Hasil Identifikasi awal Kondisi Korban

Empat jenazah korban pesawat ATR SAM AIR yang jatuh di sekitaran lokasi Bandara Panua Pohuwato ditemukan tubuhnya masih utuh. Hal ini disamapaikan Dokter Spesialis Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP) Pohuwato, Dr. Dian Tambunan usai melakukan identifikasi awal tubuh korban.

Empat korban meninggal diduga terhimpit badan pesawat saat membentur permukaan tanah.

Dr Dian mengungkapkan, empat jenazah memang teridentifikasi ada beberapa bagian tubuh yang mengalami luka berat hingga patah tulang.

“Alhamdulillah utuh, tapi ada patah tulang kemungkinan kena benturan ” ujarnya.

Dr Dian Tambunan juga mengatakan korban pesawat jatuh tidak mengalami luka bakar.

“Yang pastinya utuh. Nanti kita tunggu rilis resminya dari pihak kepolisian terkait keadaan korban. Menurut pihak manifestasi dan boleh ditanyakan kepada pihak bandara. Yang jelas kita terima disini dalam keadaan utuh,” singkatnya.

 

Reporter: Enda/Onal