Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPEMKAB GORONTALOPERISTIWA

3.021 Kepala Keluarga Mengungsi Akibat Banjir di Kecamatan Tilango

×

3.021 Kepala Keluarga Mengungsi Akibat Banjir di Kecamatan Tilango

Sebarkan artikel ini
Tilango Banjir Gorontalo
Suasana warga mengungsi di gedung milik kantor Camat Tilango, Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sebanyak 3.021 Kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat banjir di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo hingga Jumat (12/7/2024).

3.021 KK ini merupakan warga di 7 Desa Kecamatan Tilango. Mereka mengungsi di beberapa lokasi pengungsian yang disediakan di setiap Desa setempat.

Husni Daud, Salah satu warga Desa Tabumela mengaku harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir setinggi hampir 3 meter.

“Keluarga saya mengungsi di SMP Muhammadiyah Tilango pak, sebagian lainnya di tenda pengungsian yang disediakan pemerintah,” Ujar Husni.

Ia mengaku barang-barang dalam rumah tak sempat diselamatkan.
“Alhamdulilah orang-orang dalam rumah bisa selamat dulu,” Imbuhnya.

Sementara Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome mengatakan, pihaknya telah menyediakan beberapa posko oengungsian, salah satunya di gedung kantor Camat Tilango.

“Kami menyediakan posko pengungsian di beberapa lokasi di setiap desa. Dapur umum juga disediakan. Saya harap warga bisa mengungsi dulu,” Pintanya.

Banjir Gorontalo
Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome (kanan). Foto/Dulohupa

Evakuasi warga sudah dilakukan sejak Kamis kemarin. Namun tidak banyak warga yang masih bertahan karena menjaga harta benda di dalam rumah.

Haris menyebut banjir akibat luapan Danau Limboto bisa surut nanti berbulan-bulan.

“Karena ini bukan banjir biasa yang datang dari luapan sungai,” Ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menyalurkan makanan siap saji untuk korban banjir yang sudah mengungsi.

“Setiap hari 3 kali disalurkan makanan siap saji. Kami salurkan di posko-posko pengungsian,” Ujar Haris.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kecamatan Tilango, sebanyak 9.370 jiwa di 8 desa terdampak banjir yang sebelumnya hanya 5.819 jiwa. Sementara rumah terendam sejumlah 1.236.

Masing-masing Desa Tualango, warga terdampak 1.119 jiwa (214 rumah), Desa Dulomo 980 jiwa (265 rumah), Desa Tilote 2.188 jiwa (627 rumah), Desa Tabumela 2.025 jiwa (325 rumah), Desa Ilotidea 1.580 jiwa (170 rumah), desa Lauwonu 487 jiwa (61 rumah), Desa Tenggela 421 jiwa (60 rumah), Serta desa Tinelo 497 jiwa (133 rumah).

Reporter: Enda