Dulohupa.id – Desa terpencil seringkali menjadi lanskap yang terlupakan, memudar di bayang-bayang pusat perkotaan yang berkembang pesat. Salah satu desa tertinggal berada di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Dusun Polahua, Desa Tolinggula Pantai, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).
Diketahui bahwa dusun Polahua, merupakan dusun terakhir yang berbatasan langsung dengan desa Umu, Kecamatan Palele, Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan panjang jalan sekitar 6 KM, dusun ini hanya dihuni oleh 25 KK, dan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani di bidang pertanian padi, jagung, dan kelapa.
Ketua BPD Tolinggula Pantai Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Melki Maga mengatakan, semenjak Desa Tolinggula Pantai berdiri, jalan yang berada di dusun tersebut belum pernah teraspal. Janji dari para Eksekutif dan Legislatif tersebut dinilai hanya mengingkari janji?.
“Kalau untuk prioritas sebenarnya diprioritaskan, kemarin saja kegiatan musrembang di tahun 2020 dilaksanakan di SDN 13 Tolinggula, biar semua OPD bisa melihat kondisi akses jalan menuju ke sana tapi sampai dengan hari ini masih tetap sama kondisi jalannya” ujar Melki saat diwawancarai Dulohupa, Kamis 925/4/2024).
Melki juga mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi secara intens dengan pemerintah daerah dn DPRD Gorontalo Utara. Respon saat itu dijanjikan akan diperbaiki, tapi hingga saat ini belum ada perubahan.
“Kalau aspirasi dari anggota DPRD pun sama, janji itu ada, namun sampai hari ini entah itu karena dana yang kurang atau kepedulian yang kurang itu tidak tahu” ujarnya
Lebih lanjut, Melki mengatakan sempat terinformasi akan ada 2 kerjasama antara pemerintah Buol dan pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, namun sampai saat ini belum terealisasi.
“Karena ada desa Umu dari kabupaten Buol, juga ada desa Tolinggula Pantai dengan Tolito Jaya dari Gorontalo Utara, maka ada tumpang tindih tidak tahu siapa sebenarnya bertanggung jawab mengenai akses jalan” kata Melki.
Melki juga menjelaskan,pemerintah desa Tolinggula Pantai berencana akan menggunakan dana desa, tapi anggarannya tak mencukupi.
“Kemarin kita sempat pressure dengan dana desa, tapi persoalan penggunaan jalan desa itu bervarian bukan cuman orang Tolinggula pantai dan juga ada provinsi lain, sehingga kita tidak bisa, dan besar dana kalau digunakan untuk itu, sehingga tidak terpakai di program lain karena dana desa cuman habis diakses jalan” Sambungnya.
“Kita berharap jalan itu bisa diakses dalam artian bisa dibutas, bisa diaspal, entah itu kerjasama antara pemerintah Gorontalo dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah. Pada hakikatnya masyarakat berharap pada pemangku kebijakan kepentingan bisa memikirkan akses jalan menuju Polahua” Pungkasnya.
Reporter: Indah/Kibong












