Dulohupa.id – Berdasarkan data National Center for Missing Exploited Children (NCMEC), Indonesia menduduki peringkat empat dalam hal temuan konten pornografi anak terbanyak di dunia, dan peringkat dua di Asia Tenggara.
Dikutip dari berbagai sumber, Hadi Tjahjanto selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), mengungkapkan menurut data NCMEC dalam empat tahun terakhir, ada 5.566.015 temuan kasus pornografi di Indonesia.
Lebih lanjut, Hadi mengatakan sebagian besar korban merupakan siswa PAUD, SD, SMP, SMA, dan anak penyandang disabilitas atau rata-rata anak yang berusia antara 12 hingga 14 tahun. Dan pelakunya adalah orang yang dikenal dan orang dekat.
Hadi juga mengatakan angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kasus yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Karena ada juga korban-korban yang tidak mau melaporkan kejadian yang sebenarnya, menutupi karena takut aib dan sebagainya,” kata Hadi
Hingga 14 September 2023, ada 1.950.794 konten pornografi anak yang telah diturunkan atau di-takedown oleh Kemenkominfo.
Hadi mengungkapkan, pihaknya akan membuat Satgas Pornografi anak dengan melibatkan seluruh kementerian dan lembaga agar bisa dibuat regulasi yang lebih kuat.
“Yang terlibat di dalamnya adalah Kemendikbud, KemenpPPA, Kemensos, Kominfo, Kemenkumham, Polri, KPAI, Kejaksaan, LPSK, dan PPATK” ujarnya
“Mudah-mudahan satgas yang nanti dibentuk ini bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat, dan kita akan memberikan edukasi, sosialisasi dan melibatkan kementerian lembaga yang saya sebutkan” Pungkasnya.











