Scroll Untuk Lanjut Membaca
CEK FAKTAHEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

[Benar] Tim Sukses Tarik Bantuan Tandon Air karena Caleg tak Terpilih

×

[Benar] Tim Sukses Tarik Bantuan Tandon Air karena Caleg tak Terpilih

Sebarkan artikel ini
Caleg Tarik Bantuan
Tim Sukses salah satu oknum Caleg yang diklaim saat mengambil kembali bantuan tandon air dari masyarakat/Ist

Dulohupa.id – Sebuah video yang dinarasikan seorang Calon Legislatif (Caleg) menarik kembali bantuan tandon air yang diberikan kepada warga viral di media sosial Whatsaap.

Dalam video memperlihatkan sebuah tandon air yag terpasang di belakang salah satu rumah warga diturunkan kembali oleh sejumlah orang tak dikenal.

Hasil Penelusuran

Cek Fakta Dulohupa menelusuri asal video terjadi di Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Video itu direkam warga setempat pada Rabu (28/02/2024) lalu.

Saat dikonfirmasi, Ariyanto Abdullah yang merupakan warga Kelurahan Tuladenggi  meberikan penjelasan terkait video yang beredar di media sosial.

Ariyanto membenarkan rekaman video yang memperlihatkan tandon air yang sebelumnya diberikan oleh oknum calek kepada ayahnya diminta kembali.

Bantuan tersebut berupa sebuah tandon air (penampungan air) berukuran 650 Liter yang diberikan pada Jumat (09/02/2024) sebelum pencoblosan kepada Abdullah Usman (ayah Ariyanto).

“Kemarin itu, sebe (ayah) diberikan tong (tandon air). Tapi saat diberikan tidak ada perjanjian atau kontrak, kalau yang mana jika tidak terpilih nanti, FD (Caleg) akan mengambil tong ini. Tidak ada perjanjian begitu. Cuman tiba-tiba, setelah pemilihan suaranya tidak ada, ada TS (tim sukses) maupun dia (Caleg) sudah telpon sebe saya, katanya ini tong mau diambil lagi,” ujar Ariyanto kepala Dulohupa.

Bantuan Caleg
Ariyanto Abdullah saat memberikan keterangan terkait TS salah satu oknum caleg yang tarik kembali bantuannya berupa tandon air di Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Foto/yayan

Selanjutnya, Abdullah Usman berupaya mengkomunikasikan dengan caleg tersebut agar bantuannya tidak ditarik kembali, dengan cara membayar harga tandon air tersbeut.

“Bahkan orang tua saya, sudah katakan sama dia (Caleg) ini, kalau seandainya mau diambil ulang, saya akan cicil saja, karena orang tua saya malu kalau mau diambil ulang karena sudah terpasang,” ukarnya.

Atas kejadian itu, dirinya berharap agar nantinya pada masa-masa yang akan datang untuk tidak lagi terjadi hal serupa kepada masyarakat di Gorontalo.

Sementara Dulohupa berupaya melakukan konfirmasi terhadap oknum Caleg tersebut. Diketahui, caleg tersebut bernama Fadly Dungga yang maju di Pemilihan Legislatif Kota Gorontalo, dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) nomor urut 01 dapil Kota Barat – Dungingi.

Fadly membantah dengan keras atas ungkapan yang dilontarkan kepada dirinya terkait penarikan kembali tandon air yang telah diberikan.

Menurutnya, seminggu sebelum hari pencoblosan ada tim suksesnya (TS) yang melapor bahwa  Abdullah Usman butuh bantuan tandon air, karena yang sebelumnya telah pecah atau rusak.

“Kemudian tim saya ajak pak imam (Abdullah Usman) ke toko, saya berhadapan langsung dengan pak imam. Pak imam janjikan ke saya bahwa 15 suara dari dia, tapi dia minta tong air yang ukuran 650 liter,” ujar Fadly kepada Dulohupa, dikonfirmasi di kediamannya pada Minggu (03/03/2024) malam.

Fadly Dungga, Caleg yang di isukan tarik bantuan tendon air dari masyarakat. Akhirnya dirinya buka suara serta membantah semua tuduhan terhadapnya. Foto/yayan
Fadly Dungga, Caleg yang di isukan tarik bantuan tendon air dari masyarakat. Akhirnya dirinya buka suara serta membantah semua tuduhan terhadapnya. Foto/yayan

Kata Fadly, kemudian dirinya membuat sebuah nota pengambilan tandon air, yang mana setelah hari pemungutan suara (15/02/2024), tandon air akan diberikan sesuai kesepakatan yang ada.

“Insya Allah pak Fadly 15 suara, saya (Abdullah Usman) akan kasih ke bapak, kemudian dia pulang. Sehari kemudian, si Halim TS saya balik lagi bawa itu nota. Katanya bahwa pak Imam (Abdullah Usman) maunya sekarang itu tong akan diambil. Karena keluarga dari Manado akan datang,” bebernya.

Karena ibah dengan keperluan Abdullah Usman, yang beberapa waktu lagi akan ada keluarga yang datang, maka Fadly mengiyakan permintaan tersebut. Fadly menegaskan bahwa hanya sampai disitu komunikasi yang terjadi antaranya dengan Abdullah.

Sementara Itu, Halim R Padi (39) yang merupakan TS Fadly Dungga juga menjelaskan bahwa setelah permintaan di iyakan, dirinya kemudian mengantarkan tandon air ke rumah Abdullah.

“Sesudah itu, setelah pemilihan (pemungutan suara) tidak muncul suara (suara tidak sesuai yang dijanjikan), jadi kemudian pak imam (Abdullah Usman) katakan ke teman TS, katanya akan dikembalikan itu barang (tandon air),” ucap Halim.

Informasi yang dihimpun, bahwa dari 15 suara yang dijanjikan Abdullah, hanya terdapat 1 saja suaranya Fadly Dungga.

Penjelasan lain, Raidin Samuel (53) yang juga merupakan TS Fadly Dungga, yang mana dirinya ikut berkomunikasi dengan Abdullah Usman pasca pemungutan suara, menuturkan bahwa penjelasan Ariyanto Abdullah (anak Abdullah) dalam pemberitaan adalah tidak benar.

“Kronologi penarikan tong itu, kebetulan saya bell (telpon) ke pak imam (Abdullah), saya tanyakan kenapa sudah sampai begini (hasil suara). Dia cerita, katanya dia sudah malu karena orang yang dia sudah percayakan(15 orang yang dijanjikan) sudah menerima uang dari caleg lain. Kemudian saya bilang, kenapa harus malu, pertanggung jawabkan bahasa kemudian datang temui caleg,” ungkap Raidin.

Disaat komunikasi itulah, Abdullah mengutarakan keinginannya kepada Raidin untuk mencicil tandon air, agar tidak ditarik kembali.

“Dia bilang mau bayar nyicil. Dia bilang kalau mo dapat uang 50 ribu, 100 ribu mo cicil. Saya jawab, setengah mati kalau begitu. Baru dia bilang, kalau bapak sudah mau kase pulang, silahkan datang ambil (tandon air). Dan ini sudah tidak ada kaitannya dengan caleg, so tim yang bergerak ini karena kami tim punya tanggung jawab. Ini murni dari TS, pertanggungjawaban kami,” tuturnya.

Sehingganya menurut pihak Fadly Dungga, bahwa penyampaian yang disampaikan oleh pihak Abdullah Usman dan anaknya tidak benar sesuai kenyataan yang ada.

Kesimpulan

Video yang beredar di media sosial Whatsaap terkait tim sukses oknum Caleg di Kota Gorontalo tarik kembali bantuan tandon air adalah benar adanya. Tandon air yang sudah terpasang di belakang rumah warga diambil kembali karena Caleg tersebut tidak mendapat suara Pemilu dari warga setempat.

Tim Cek Fakta Dulohupa