Dulohupa.id – Seorang oknum guru honorer di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gorontalo diduga melakukan tindakan tercela (sodomi) pada 4 orang siswanya.
Perbuatan oknum guru yang berinisial AL (26) tersebut terbongkar disaat ada salah satu korban (siswa) yang melaporkan tindakan kepada pihak sekolah.
Saat dikonfirmasi kepada orang tua korban, menerangkan bahwa kejadian bermula pada bulan November 2023 kemarin. Dikatakan juga, bahwa korban sempat mengalami ancaman dari pelaku.
“Sementara ini yang saya tahu ada 4 orang (korban). Itu dia sodomi, sama dia puaskan kemauannya,” ucap orang tua korban yang tidak ingin disebutkan namanya kepada awak media, Senin (05/02/2024).
Dalam melancarkan aksi bejatnya, oknum guru membujuk para korban dengan cara jalan-jalan hingga bermain ke rumahnya. Hingga terjadilah peristiwa itu.
“Saya menduga si pelaku memberi obat tidur di makanan. Karena pengakuan anak saya, beberapa saat setelah makan (dirumah pelaku), anak saya tidak sadarkan diri. Saat sadar anak saya sudah berada di kamar mandi dalam keadaan lemas dan telanjang bulat,” ujar orang tua korban.
Orang tua korban telah melaporkan perbuatan tercela dari si oknum guru tersebut, ke Polda Gorontalo serta menegaskan tidak akan mencabut laporannya hingga pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal.
Selain itu, sebelumnya pihak sekolah telah melakukan upaya mediasi bersama keluarga korban. Namun ditolak, dikarenakan pihak keluarga korban menginginkan pelaku harus menanggung perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim membenarkan terkait adanya laporan dugaan kekerasan seksual di salah satu SMP di Kota Gorontalo.
“Tentunya, kami juga meminta maaf kepada publik atas kejadian ini. Namun, kasus ini masih sebatas praduga tak bersalah, karena masih ditangani Polda Gorontalo,” ujar Lukman.
Kata Lukman, pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Namun jika terbukti, peristiwa tersebut akan mencoreng dunia pendidikan di Gorontalo.
Reporter: Yayan












