Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIPEMPROV GORONTALO

Gorontalo Masuk 10 Besar Kenaikan IPH Tertinggi se Indonesia Timur

×

Gorontalo Masuk 10 Besar Kenaikan IPH Tertinggi se Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini
Gorontalo IPH
Aktivitas perdagangan komoditas pangan di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang masuk dalam 10 besar dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) se Indonesia Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI setidaknya terdapat 343 Kabupaten Kota yang mengalami kenaikan IPH. Provinsi Gorontalo sendiri menjadi salah satu daerah yang mengalami kenaikan IPH, yakni di wilayah Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango.

Kenaikan IPH di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango masuk dalam urutan ke 7 dan 8. Dimana Kabupaten Bone Bolango menempati posisi ke 7 dengan IPH 5,53 persen dan untuk Kabupaten Gorontalo berada pada posisi ke 8 dengan IPH 5,49 persen. Sementara posisi pertama dengan kenaikan IPH tertinggi ditempati oleh Kabupaten Minahasa dengan IPH sebesar 7,21 persen.

“Secara umum IPH itu masuk dalam hitungan inflasi, dimana rata-rata yang menjadi penyumbang terbesar itu adalah cabai rawit. Hingga saat ini memang pantauan harga cabai masih Rp 140.000, walaupun 4 hari sebelumya sempat turun ke Rp 125.000,” Jelas Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Iwan Sondakh, Senin (18/12/2022).

Selain Cabai rawit, kenaikan IPH di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango juga dipengaruhi oleh komoditas bawang merah dan daging ayam. Iswan pun mengatakan bahwa Trend kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh pasokan yang sedikit namun permintaan yang tinggi saat menjelang hari Natal dan tahun baru mendatang. Dimana, pasokan komoditas cabai rawit Gorontalo banyak dikirim ke wilayah Sulawesi Utara. Oleh karena itu, dua wilayah Kabupaten di Gorontalo mengalani kenaikan IPH yang tinggi dan masuk dalam 10 besar kenaikan IPT tertinggi se Inovasi Timur.

“Namun kita tidak akan hanya melihat dia daerah itu saja, karena semua harus kita tangani bersama secara intensif. Bahkan beberapa bulan terakhir ini kami terus turun langsung ke pasar untuk memantau harga bahan pokok,” Tegas Iwan.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi Gorontalo menegaskan akan terus berupaya mengendalikan kenaikan harga bahan pokok yang saat ini cenderung mengalami trend kenaikan.

Iwan Sondakh mengatakan saat ini upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan terus menggelar oprasi pasar murah khsusunya di wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo.

“Pemerintah terus menggelar pasar murah untuk menekan inflasi dan stabilisasi harga serta sebagai bentuk untuk menangani dampak kemarau panjang kemarin. Kami berharap pelaksanaan pasar murah itu paling tidak bisa mengendalikan harga yang cenderung naik,” Sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo untuk secara intensif menggelar pasar murah yang diharapkan dapat menstimular kondisi kenaikan IPH.

“Dinas Pertanian juga terus menggenjot produksi pertaniannya agar bisa berjalan dengan baik untuk bisa mencukupi pasokan pangan di Gorontalo,” Tandas Iwan.

Reporter: Kris