Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
BONE BOLANGOHEADLINE

DPRD Segera Rekomendasi Pencopotan Direktur PDAM Bone Bolango

×

DPRD Segera Rekomendasi Pencopotan Direktur PDAM Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Pencopotan Direktur PDAM
Pimpinan DPRD Kabupaten Bone Bolango saat menggelar audiensi dengan massa aksi yang menuntut Direktur PDAM Kabupaten Bone Bolango dicopot. foto/Herman Abdullah

Dulohupa.id – Ketua DPRD, Kabupaten Bone Bolango, Halid Tangahu segera mengeluarkan rekomendasi pencopotan Direktur PDAM Bone Bolango, Ahmad Bahri, Kamis (23/11/2023).

“Kami akan merekomendasikan kepada eksekutif untuk mencopot direkturnya kalau itu benar bermasalah. Anda (Direktur) dibawa ke sini itu untuk menyembuhkan sakit bukan menambah sakit dan sampai mati,” ungkap Ketua Halid Tangahu usai menerima massa aksi.

Ketua DPRD juga mengungkapkan laporan terkait PDAM Bone Bolango bukan hanya baku kali ini. Hal ini sudah sering kali dilakukan. Sehingga dari laporan ini kemudian dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kalau seperti ini, sudah banyak laporan seperti ini kita meminta jangan tunggu lama, eksekutif segera copot saja direkturnya,” kata Halid Tangahu.

Baca Juga:

Tanggapi Tuntutan Pendemo, Direktur PDAM Bonbol: Semuanya Tidak Benar

Dua Penambang Emas di Gorontalo Tewas Tertimpa Pohon

Namun kata Halid Tangahu, pencopotan itu harus disertai bukti dan keabsahannya. Jangan sampai ini tidak benar adanya. Sehingga dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah untuk membentuk tim investigasi.

“Kalau pun dari pihak Pemerintah Daerah sudah membentuk tim investigasi dan itu sudah terbukti, maka saya minta segera dicopot dan digantikan,” tambah dia.

“PDAM ini sudah kita ambil pelan pelan supaya sembuh dari kesakitan. Kan kita sudah tau bagaimana kondisi PDAM sekarang. Jadi kalau tidak bisa di bina maka dibinasakan,” tandas Ketua DPRD Halid Tangahu.

Sebelumnya Direktur PDAM Bone Bolango, Ahmad Bahri mendapat tudingan dari berbagai pihak karena terkait permasalahan pengelolaan keuangan di PDAM. Ia juga dituding memotong gaji karyawannya tanpa alasan yang jelas. Sementara Ahmad Bahri membantah semua tudingan tersebut tidaklah benar.

Reporter: Herman Abdullah