Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
AdvertorialPEMKAB GORUT

Bupati Thariq: Jaga Kearifan Lokal, Tenggedi Perlu dilestarikan

×

Bupati Thariq: Jaga Kearifan Lokal, Tenggedi Perlu dilestarikan

Sebarkan artikel ini
Tenggedi
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu saat ikut memeriahkan Budaya Mandi safar dengan bermain Tenggedi di pantai Wisata Minanga Atinggola. Jumat, (15/9/2023).

Dulohupa.id – Ternyata  Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mahir memainkan permainan Tenggedi yang tak lain adalah permainan Tradisional Gorontalo. Betapa tidak kepiawaian Bupati untuk mengarahkan dan menguasai keseimbangan tubuh saat melangkah dari titik satu ke titik lainnya terbukti  seolah Sang Bupati sedang bernostalgia dengan permainan di masa kecilnya.

Hal ini terlihat saat Bupati Thariq Modanggu ikut mencoba memainkan tenggedi atau yang biasa disebut dengan nama lain Enggran itu, di hadapan masyarakat dan sejumlah undangan pada acara Mandi Safar di wisata Pantai Minanga Kecamatan Atinggola, Jumat (15/9/2023).

Aksi Bupati tersebut sontok mengundang perhatian banyak orang, tak sedikit dari kalangan wisatawan datangh menyaksikan orang nomor satu itu secara dekat.

Saat diwawancarai Bupati Thariq mengatakan, permainan semcama ini (Tradisional-red) perlu dilestarikan demi menjaga kearifan lokal Gorontalo yang mulai termakan zaman.
“Apalagi saat ini banyak anak – anak yang mulai mengikuti perkembangan zaman, yang setiap tahunnya mengarah pada dunia digital, atau perkembangan tehnologi” ungkapnya.

Ia juga beraharap melalui Dinas Kebuddayaan dan Pariwisata Gorontalo Utara agar sebisa mungkin melaksanakan event – event tentang kebudayaan yang harus mempengaruhi anak cucu khususnya di Gorontalo Utara yang mengarah pada kearrifan Lokal dimaksud.

“Jangan sampai anak Cucu kita semakin rusak mental dan moralnya akibat penyalagunaan media atau permainan  – permainan yang berbasis online,” paparnya.

Tidak ada yanng salah sebenarnya, lanjut Bupati, soal penggunaan perangkat tehnologi terhadap anak, yang penting perangkat tersebut digunbakan sesuai peruntukannya.

“Kami butuh kerjasama dan pengawasan orang tua terhadap anak dalam hal penggunaan perangkat Ilmu Tehnologi yang harus dikonsentrasikan pada pembelajaran secara maksimal,” pungkasnya.

Adv/Arf