Scroll Untuk Lanjut Membaca
KOTA GORONTALOLINGKUNGANPEMKOT GORONTALO

Jadi Sasaran Pembangunan, Luas Sawah di Kota Gorontalo Berkurang

×

Jadi Sasaran Pembangunan, Luas Sawah di Kota Gorontalo Berkurang

Sebarkan artikel ini
lahan sawah di Kota Gorontalo
Salah satu kondisi lahan sawah di Kota Gorontalo yang akan dialihfungsikan menjadi tempat pembangunan Infrastruktur. Foto: Kris/Dulohupa.

Dulohupa.id – Lahan pertanian sawah di Kota Gorontalo terus mengalami pengurangan sebagai akibat meningkatnya pembangunan infrastruktur.

Wilayah Kota Gorontalo merupakan salah satu daerah yang bergerak dengan mengandalkan jasa dan perdangan. Sehigga hal tersebut tentu tak lepas dari pertumbuhan dan peningkatan pembangunan infrastruktur guna mendukung kemajuan ekonomi.

Kabid Pertanian Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Gorontalo, Yurita T. Walangadi mengungkapkan bahwa sebelumnya data luas lahan pertanian sawah Kota Gorontalo adalah 761 hektar. Namun tidak bisa pungkiri akhir-akhir ini banyak terjadi alih fungsi lahan yang digunakan untuk pembangunan.

“Sekarang kami dan kantor wilayah pertanahan sementara mengupdate data sawah, untuk kesepakatan kami, data lahan sawah untuk tahun ini seluas 741 hektar. Kota Gorontalo adalah Kota jasa dan perdagangan, yang mau tidak mau semua pembangunan infrastruktur sasarannya adalah lahan sawah,” Ujar Kabid Pertanian, Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Gorontalo, Yurita Walangadi.

Meskipun terjadi alih fungsi lahan, Yurita juga menegaskan bahwa dalam peraturan Daerah (Perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW), telah ditetapkan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) seluas 459 hektar. Sementara dalam rencana detail tata ruang (RDTR) telah dituangkan KP2B seluas 250 hektar.

“Sekarang posisi lahan basah nya masih ada kurang lebih 741 hektar. Dengan pengurangan ini, banyak investor yang masuk untuk pembangunan pemukiman dan yang lainnya. Pengurangan juga untuk kepentingan pembangunan di Kota Gorontalo,” Jelas Yurita.

Lebih lanjut, Yurita mengatakan bahwa pengurangan lahan sawah tersebut kemudian berdampak pada menurunnya jumlah produksi akibat kehilangan luas panen. Ia juga mengungkapkan bahwa tidak akan ada pencetakan lahan sawah, namun pihaknya mengaku akan meningkatkan indeks penanaman.

“Kalau 1 tahun biasanya hanya 2 kali musim tanam, kita akan tingkatkan sampai 3 kali untuk meningkatkan produksinya saja,” Tutupnya.

Reporter: Kris