Dulohupa.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa, menyeriusi dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) terhadap siswanya di Limboto Barat.
Iskandar Mangopa mengatakan pihaknya berencana akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang yang terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut, termasuk kepala sekolah.
“Secepat mungkin kita akan mengundang dan ini harus diseriusi, karena sudah adalah laporannya di saya,” ujar Iskandar Mangopa.
Ia juga menambahkan, tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum Kepsek tersebut seharusnya tidak dilakukan. Sebagai seorang guru, apalagi kelapa sekolah harus mengedepankan pembinaan bukan malah sebaliknya.
“Mereka (Saksi) ini datang ditempat saya bukan didatangi dan bukan cari-cari persoalan. Kita akan undang mereka pada RDP dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.
Sebelumnya, Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial SZ diduga melakukan penganiayaan terhadap siswa kelas 5 SDN 13 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Saat itu siswa yang diduga dianiaya, tengah melakukan upacara bendera. Siswa tersebut bertugas sebagai pendamping pembina upacara yakni terduga pelaku penganiayaan yakni SZ.
Ketika mendapatkan instruksi penghormatan, siswa tersebut keliru dalam memberikan hormat, yakni dengan memberikan penghormatan menggunakan tangan kiri. Terduga pelaku kemudian melayangkan tangannya untuk memberhentikan tindakan siswanya.
Mengetahui kejadian tersebut, keluarga korban mengaku keberatan atas kejadian yang menimpa cucunya akibat ditampar sang kepala sekolah.
“Jelas, saya sangat keberatan,” ujar nenek korban saat mendampingi korban di Puskesmas Limboto Barat.
Reporter: Herman Abdullah











