Dulohupa.id – Peluncuran program Kampung Moderasi yang gencar dilaksanakan oleh pihak Kementerian Agama di sejumlah Kecamatan se Gorontalo Utara, perlu peran aktif dan kolaborasi dengan sejumlah Ormas, termasuk Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.
Hal ini diungkapkan Bupati Gorut Thariq Modanggu saat memberikan sambutan usai melauncing program Kampung Moderasi di Desa Dumolodo Kecamatan Gentuma, Jumat (28/7/2023).
Menurut Bupati, peran aktif kedua organisasi masyarakat tersebut di nilai penting untuk mengambil peran pada program tersebut. Sebab program Kampung Moderasi ini menyangkut kerukukan bermasyarakat dan beragama.
“Maka dengan dicanangkan kampung moderasi beragama di Desa Dumulodo Kecamatan Gentuma Raya tentu diharapkan ke depan dapat menangkal radikalisme,” ungkap Bupati.
Ia juga menambahkan, sikap moderasi bukan hanya memberikan penghargaan umat muslim terhadap umat kristiani, tetapi begitu juga sebaliknya. Masing -masing agama kita harapkan dapat mengambil jalan tengah. Mengambil jalan moderat.
” Saya ingat betul ditahun 2005 di Manado, saya adalah perwakilan tokoh muslim moderasi beragama dimana saat itu saya banyak bertemu dengan tokoh lintas agama. Di dalam pertemuan itu saya menjelaskan maknanya jihad itu di katakan nabi adalah menahan hawa nafsu bukan menyakiti, apalagi sampai, mekafir-kafirkan atau sampai membunuh orang tak bersalah,” jelasnya.
Sebagai pimpinan di Daerah ini, Bupati berharap melalu program ini, kehidupan toleransi di dalam program kampung Moderasi Beragama bisa terjalin dengan baik untuk menju masyarakat madani dan Pembangunan yang berkeadilan bagi rakyat dan Daerah tercinta.
“Saya berharap sikap moderasi di harapkan terjaga. Dengan itu sebagai pemerintah pertama perluas pemahaman perluas bacaan yang kedua, yang ketiga, mau berdiskusi, yang keempat menyaring informasi, jangan hanya mendengar isu tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.
Adv/Arif











