Dulohupa.id – Sebuah video memperlihatkan dua owner produk kecantikan di Gorontalo tengah berkelahi viral di media sosial. Perkelahian itu terekam saat live di akun Facebook milik salah satu owner bernama Nurhalisa Abdullah.
Dalam video yang beredar, awalnya kedua wanita terlibat adu mulut karena diduga saling ketersinggungan masalah produk. Tak berselang lama, keduanya berkelahi hingga masuk ke dalam rumah.
Dua orang lainnya di dalam rumah sempat melerai pertikaian yang tak terhindarkan tersebut. Perkelahian akhirnya terhenti saat warga dari luar rumah datang menenangkan kedua wanita itu.
Saat dikonfirmasi, Nurhalisah membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di rumahnya yang berada di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo pada Jumat, (21/7/2023) kemarin.
Berdasarkan bukti rekaman dalam video, Nurhalisah mengaku diserang seorang wanita bernama Sri Potale. Ia diserang saat berada dalam rumah dan tengah melakukan live di Facebook.
Sebelum peristiwa itu terjadi, awalnya Sri Potale melakukan siaran langsung di akun Facebooknya yang membuat Nurhalisah tersinggung.
Nurhalisah kemudian mengambil ponsel dan melakukan siaran langsung di akun facebook miliknya bernama Owner Ebudo. Ia bermaksud mengklarifikasi terkait perkataan Sry yang dinilai menyerang pribadinya.
“Tiba-tiba dia (Sry) datang ke rumah dan menyerang saya. Saya mencoba melawan, tapi di video itu kan rambut saya ditarik dan ditendang di perut. Bahkan Wajah saya dicakar, tangan juga digigit,” ungkap Nurhalisah saat diwawancarai awak media, Sabtu (22/7/2023).
“Jadi ada buktinya juga di video live itu, saya dianiaya,” sambungnya.
Tak terima hal itu, ia bersama sejumlah kuasa hukumnya sudah melaporkan insiden ini ke Polda Gorontalo pada Jumat kemarin.

Sementara, Yakop Mahmud selaku kuasa hukum Nurhalisah menegaskan bahwa, kliennya juga sudah dilakukan visum di balai kesehatan Polda Gorontalo.
“Karena ada beberapa luka yang dialami klien saya. Selaku kuasa hukum, kami akan mendampinginya agar masalah ini bisa ditindak tegas oleh penegak hukum,” tegasnya.
Disisi lain, awak media masih berupaya menghubungi terlapor (Sry Potale) untuk melakukan konfirmasi terkait masalah tersebut.
Reporter: Enda











