Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKAB. GORONTALOPERISTIWAVideo

Fakta Baru Pembunuhan Anak di Gorontalo, 3 Saudara Korban Ikut Disiksa

×

Fakta Baru Pembunuhan Anak di Gorontalo, 3 Saudara Korban Ikut Disiksa

Sebarkan artikel ini
Gorontalo Pembunuhan Anak
Tersangka Devia melakukan adegan penyiksaan menggunakan selang terhadap korban (adegan pengganti). Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sejumlah fakta baru pembunuhan anak di perumahan Padengo Permai, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo terungkap pada saat rekonstruksi yang digelar Satreskrim Polres Gorontalo.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, IPTU Imade Budiantara Putra mengungkapkan, tak hanya korban yang disiksa oleh bibi dan pamannya, namun ke tiga anak lainnya masih di bawah umur yang merupakan saudara kandung dari korban juga ikut dianiaya.

Simak Video Fakta Baru Pembunuhan Anak di Gorontalo, 3 Saudara Korban Ikut Disiksa:

“Ketiga saudara korban lainnya ditampar dan dipukul dengan selang diruang tamu,” ungkap IPTU Imade B. Putra, ditemui usai rekonstruksi adekan dirumah pelaku, Senin (5/6/2023).

Rekontruksi yang digelar itu berjumlah 63 adegan yang dilakukan kedua tersangka dan saksi-saksi. Sejumlah adegan ada juga menggunakan peran pengganti, sebab ada beberapa adegan yang dibantah oleh tersangka Devia Rumangkud dan suaminya Imam Estua.

“Ada 63 adegan, di tiap-tiap adegan terpecah-pecah. Dari satu adegan ada pembagian dari beberapa adegan. Ada peran pengganti karena ada beberapa adegan yang tidak diakui tersangka,” jelasnya.

Dari 63 adegan, tepat pada adegan ke 45 , Tersangka Devia menganiaya korban diruang tamu kemudian diseret sampai ke kemar mandi sambil dianiaya. Setelah keluar dari kamar mandi, korban yang sudah lemas akhirnya meninggal dunia dengan posisi terlentang di  ruang tengah.

“Korban tepatnya dianiaya diruang tamu, lalu diseret ke kamar mandi. Dimana di kamar mandi juga dilakukan penganiayaan lagi oleh tersangka satu. Itu adegan 45. ,” ujarnya.

Sebelumnya korban bernama Muhammad Agustrian Mustafa mendapat perlakuan kasar dari bibi dan pamannya. Korban dinyatakan meninggal pada Sabtu sore (13/5/2023) lalu.

Peristiwa terungkap setelah keluarga menaruh curiga dengan kondisi kematian korban yang tidak wajar karena mengalami luka lebam di sekujur tubuh.

Reporter: Hendrik Gani